logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Agustus 2004 PANTURA
Line

Kospin Jasa Syariah Pertama di Indonesia

PEKALONGAN- Dilihat uang yang disimpan di perbankan syariah, sebenarnya belum terlalu besar karena baru lebih kurang 1% dari semua bank. Namun dilihat dari tingkat pertumbuhannya, perbankan syariah tumbuh sangat signifikan, 54%. "Sebulan lalu tercatat baru Rp 11, 56 triliun. Angka itu jelas meningkat tajam dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya yang baru Rp 10 triliun. Ini suatu percepatan yang sangat tinggi," ujar Antonio Syafii, Dirut STEI Tazkia Jakarta, Selasa malam.

Dia mengemukakan hal itu saat peresmian Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) Syariah. Peresmian dilakukan Deputi Kelembagaan Departemen Koperasi dan UKM Guritno Kusuma di Gedung PPIP Kota Pekalongan. Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Samsudiat, Ketua Umum Kospin Jasa Zaky Arslan Djunaid, dan sejumlah anggota Kospin.

Menurut penuturan Syafii, pergerakan perbankan syariah itu dapat dilihat dengan berdirinya bank syariah pada bank-bank milik pemerintah. Demikian juga bank-bank besar swasta termasuk asuransi juga bergerak ke arah syariah.

Perkembangan itu dapat terjadi, kata Syafii, karena prospek masyarakat terhadap bank syariah kini luar biasa. Itu terbukti dengan jumlah kantor perbankan syariah yang saat ini lebih dari 300 kantor cabang. Padahal, pada akhir 2002 baru ada 123 kantor.

Deputi Kelembagaan Departemen Koperasi Guritno Kusuma mengakui pendirian Kospin Jasa Syariah merupakan kospin syariah pertama di seluruh Indonesia. Berbeda dari bank, pendirian Kospin Jasa Syariah berdasarkan pada PP Nomor 9/1995, khususnya pasal 23, yang menyebutkan Kospin boleh menjalankan usahanya dengan pola bagi hasil.

Menkop dan UKM Ali Marwan Hanan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Guritno mengatakan, koperasi pola syariah dan BMT sejak 1997/ 1998 sampai 2001 telah menggulirkan dana Rp 47,24 miliar untuk 237 KSP/USP koperasi. Kemudian pada 2003 Rp 1,3 miliar kepada 26 KSP/USP koperasi syariah, dan Rp 5 miliar pada 2004 kepada 100 unit KSP/USP koperasi syariah.

Menurutnya, dalam operasional lembaga keuangan syariah/BMT masih dirasakan adanya kendala yang berpengaruh terhadap keberhasilan operasional, antara lain kualitas SDM pengelola lembaga keuangan syariah/BMT masih rendah.

Mengenai Kospin Jasa, ujar ketua umumnya, H Zaky Arslan Junaid, aset Kospin kini Rp 632,5 miliar. (A15-90j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA