| Kamis, 19 Agustus 2004 | PANTURA |
Residivis Curi Motor DidorPEMALANG - Residivis yang sering keluar-masuk penjara, Markos (25), terpaksa ditembak oleh petugas URC Reskrim Polres Pemalang karena mencuri sepeda motor. Kejadian itu terjadi di pangkalan truk Sirangkang, Petarukan, Pemalang saat tersangka hendak mengantar motor curian kepada pembeli di tempat itu. Petugas Reskrim Polres hingga kemarin masih mengusut kasus itu. Selain Markos yang mengaku beralamat di Jalan Dieng Kelurahan Mulyoharjo, ditangkap pula Kasdullah (24), warga Jalan Bromo kelurahan yang sama. Kasdullah ditangkap karena membantu mencuri sepeda motor. "Saya terlibat karena diajak Markos. Padahal saya sudah bekerja sebagai nelayan," ujar Kasdullah seusai diperiksa di Mapolres. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kasat Reskrim AKP Suwandi menjelaskan, tersangka didor karena hendak melarikan diri ketika mengetahui ada polisi. Penangkapan tersangka berselang tiga hari setelah pencurian. Pengungkapan kasus yang cepat itu diawali dari penyamaran polisi sebagai nelayan yang hendak membeli sepeda motor. Tersangka mencuri sepeda motor di Jalan Dahlia Kelurahan Pelutan, Minggu lalu (8/8). Kendaraan diparkir oleh pemiliknya, Novani (16), di depan rumahnya. Saat itu pemilik kendaraan meninggalkan motornya karena mau menelepon di wartel di dekat Bioskop Wijaya. Kurang lebih 15 menit setelah ditinggal menelepon motornya bermerek Suzuki Shogun keluaran 2003 bernomor polisi G-5100-M tak ada lagi di tempatnya. Dia kemudian melapor kepada polisi. Dari laporan itu polisi kemudian mencari akal untuk menjebak tersangka. Menyamar Seorang polisi kemudian berpura-pura menjadi nelayan yang butuh kendaraan. Dia lalu ditunjukkan oleh seseorang ada yang mau menjual sepeda motor. Polisi yang menyamar kemudian dipertemukan dengan Markos yang kala itu belum diketahui sebagai tersangka. "Tersangka saat itu tidak langsung menunjukkan sepeda motor yang mau dijual. Dia hanya menyodorkan sebuah STNK kepada polisi yang menyamar menjadi pembeli. Tersangka juga meminta agar transaksi dilakukan di pangkalan truk Sirangkang," kata Kasat Reskrim. Karena ingin menangkap tersangka dengan barang bukti motor curian, polisi menuruti permintaan itu. Polisi penyamar berangkat seorang sendiri ke pangkalan truk. Di tempat yang ditentukan itu sudah siap dua polisi yang lain. Setelah ditunggu beberapa saat tersangka datang seorang diri dengan sepeda motor curian. Ternyata tersangka cukup jeli melihat situasi. Dia mengetahui salah satu yang menunggu dirinya adalah polisi. Karena itu, dia cepat-cepat berbalik melarikan diri. Namun, polisi cepat bertindak dan melepaskan tembakan ke arah kakinya. Setelah itu tersangka baru bisa dibekuk. Menurut catatan kepolisian, tersangka beberapa kali masuk-keluar penjara karena kasus pencurian dua sepeda motor dan dua sepeda mini. Namun, hal itu ternyata tidak membuatnya kapok. Kini dia ditangkap lagi karena kasus yang sama. (sf-14e) |