| Kamis, 19 Agustus 2004 | PANTURA |
"Barang Itu Milik Bekas Majikan"TERSANGKA pencuri sepeda motor yang didor kakinya oleh petugas saat melarikan diri, Markos (25) hingga kemarin masih terbaring di RSU Ashari Pemalang. Kedua kakinya yang luka terkena timah panas dibalut perban, sedangkan kedua tangannya diborgol pada ranjang. Nama Markos di telinga polisi memang sudah tidak asing lagi sebagai pencuri spesialis sepeda motor dan sepeda ontel. Dia sudah beberapa kali masuk penjara. Namun, Rabu pekan lalu ditangkap lagi oleh petugas karena membawa lari Suzuki Shogun G-5100-M yang saat itu ditinggal pergi pemiliknya, Novani (16), warga Jalan Dahlia, Kelurahan Pelutan. Markos menuturkan, mencuri sepeda motor sudah dilakukannya beberapa kali. Namun, baru kali ini ketika ditangkap kedua kakinya ditembak petugas. "Saya sudah mencuri dua motor dan satu sepeda ontel, terakhir saya mencuri milik bekas majikan saya," ujarnya di RSU Ashari. Sepeda motor hasil curiannya, biasa dia jual kepada seseorang di Kecamatan Moga yang mengaku bernama Pak Buang. Harga setiap sepeda motor tidak pasti, berkisar antara Rp 1,1 juta hingga Rp 1,3 juta. Untuk sepeda ontel dia menjualnya Rp 25.000. Uang hasil kejahatannya itu untuk foya-foya. Dia tidak punya pekerjaan tetap. Kadang sebagai kuli bangunan atau miyang (mencari ikan di laut). Terakhir dia bekerja pada seseorang yang punya cafe di Sirandu. Orang tersebut cukup kaya. Markos sudah lama mengincar sepeda motor yang biasa dipakai anak majikannya itu. Suatu malam ketika kesempatan itu ada, dia menyikatnya bersama temannya, Kasdulah (24) warga Jalan Bromo, Kelurahan Mulyoharjo. Hingga akhirnya dia ditangkap polisi setelah lebih dahulu kedua kakinya "dilubangi" peluru.(Saiful Bachri-42r) |