| Kamis, 19 Agustus 2004 | PANTURA |
Karnaval Pejalar Macetkan PanturaSLAWI - Ribuan penarik becak di Kabupaten Tegal kemarin mendapat rezeki tiban. Pasalnya, orang tua yang punya anak bersekolah di TK lebih memilih cara praktis untuk mengikutsertakan anak mereka dalam karnaval khusus pelajar yang dimulai pukul 14.00, kemarin. Becak-becak tersebut dihias dengan aneka warna yang mencolok. Di atas becak dipasang tulisan nama peserta karnaval dan asal TK-nya. Sebelum berangkat, becak-becak itu dijejer di lokasi start di depan bekas markas Brigif lama Kota Slawi. Mereka berjalan sejauh lebih dari enam kilometer, mengangkut anak TK peserta karnaval sekaligus membawa ibu-ibu yang turut mendampingi sang anak. Para penarik becak senang atas penyelenggaraan karnaval yang tiap tahun menyertakan kendaraan tradisional seperti becak. Sebab, itu berarti rezeki nomplok bagi mereka. Lantas, berapakah tarif sewa becak saat karnaval tahun ini? Menurut Sarnoto, penarik becak asal Adiwerna, untuk ikut karnaval dan menempuh jarak sejauh itu dia mematok tarif cukup lumayan tinggi yakni Rp 25.000. "Ya itung-itung bisa untuk menutup setoran ke majikan. Dehari biasanya saya hanya dapat Rp 10.000, setoran becak ke majikan Rp 5.000. Nah, ini kan karnaval dan becaknya disewa apalagi hanya setahun sekali. Jadi Rp 25.000 ya cukuplah," tuturnya, sambil tersenyum Sejumlah penarik becak yang ditemui mengatakan, tarif yang dipatok memang sangat bervariasi. Mulai Rp 11.000, Rp 15.000, dan tertinggi ada yang Rp 25.000. Macet Total Sementara itu, penyelenggaraan karnaval tahun ini membuat arus lalu lintas di jalur selatan macet total. Bus jurusan Purwokerto-Tegal sulit masuk Kota Slawi dan tidak bisa masuk terminal bus di Slawi. Sebab, di Jl A Yani yaitu di depan Kantor Dinas P dan K Kabupaten Tegal didirikan panggung kehormatan. Praktis jika akan menuju Kota Tegal bus harus melewati jalur Klonengan di Margasari-Songgom (Brebes)-Jatibarang (Brebes)-masuk Jalan Dua Kabupaten Tegal. Meski telah memutar cukup jauh, saat masuk Kota Tegal pun bus tetap kesulitan. Sebab, dalam waktu bersamaan daerah tersebut juga menggelar pawai dan karnaval memperingati HUT Ke-59 RI. Tidak mengherankan, kendaraan umum dan pribadi di jalur pantura pun antre puluhan kilometer. Yakni, dari Kecamatan Tegal Timur (Kota Tegal) masuk ke Kecamatan Kramat hingga ke Kecamatan Suradadi (keduanya masuk Kabupaten Tegal). Sebaliknya, antrean memanjang di jalur selatan terlihat mulai Kecamatan Slawi, Kecamatan Lebaksiu, Kecamatan Balapulang, hingga masuk Kecamatan Margasari. Banyak kendaraan umum arah Jakarta yang tidak melewati Kota Tegal. Dari arah Songgom mereka langsung masuk Pejagan (Brebes) baru lewat jalur pantura di Kabupaten Brebes di Kecamatan Tanjung. Diperkirakan, kemacetan arus lalu lintas di jalur selatan, terutama arah masuk Kota Slawi menuju Kota Tegal akan berlangsung hingga dua hari ke depan. Sekda Kabupaten Tegal Moch Hery Soelistyawan SH MHum menyebutkan, penyelenggaraan karnaval di daerahnya akan berlangsung tiga hari mulai kemarin secara berturut-turut. (D12-90e) |