logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Agustus 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

Macet dan Macet

Suara Merdeka beberapa waktu lalu memberitakan PT Indomobil Suzuki International (ISI) mulai September akan memasarkan mobil murah di bawah harga Rp 100 juta. Produk mobil murah di bawah Rp 100 jutaan sebelumnya telah memasar dengan sukses Toyota Avansa dan Daihatsu Xenia.

Kemudian saya baca laporan Seputar Semarang Edisi 50, di headline ''Macet dan Macet ...'' foto wartawan SS yang benar-benar dua deret mobil sedang antre panjang. Saya tidak tahu persis apa penanganan Pemkot dan Satlantas dalam mengatasi kemacetan lalin yang sudah melanda Semarang dan sekitarnya.

Bahkan jalur di luar kota juga mengalami kemacetan. Hal ini tidak lain karena terlalu banyaknya mobil yang berlalu lalang di jalan tidak terkendali. Produk mobil baru terus turun ke pasar konsumen, bahkan akhir-akhir ini dengan harga murah di bawah Rp 100 jutaan.

Banyaknya peminat tidak kecuali mobil mahal, pabrik-pabrik mobil saling berlomba memproduksi sebanyak mungkin dengan harapan mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Demikian pula Pemkot akan mendapat bagiannya berupa BBN dan Satlantas STNK-nya.

Untuk mengatasi tumpah-ruahnya mobil di jalan, Pemkot beserta jajaran terkait harus mengambil langkah pasti membendung turunnya mobil-mobil baru ke konsumen. Contoh negara tetangga Singapura, setiap orang yang mengajukan permohonan STNK mobil baru, harus dapat menyerahkan STNK mobil lama (bekas) yang masih berlaku merk apa saja.

Dengan demikian pertambahan mobil di jalan dapat dibatasi. Bagaimana mobil lama yang sudah tidak memiliki STNK-BPKB, tentu akan dibeli dengan harga murah oleh pengumpul dan dijual kembali kepada pabrik-pabrik pengecoran besi baja untuk didaur ulang.

DW Prasetyo
Jl Mugas 800, Semarang 50243

***

Kebakaran akibat AC

Kepedihan karena terbakarnya Toko Jangkrik Kranggan Semarang masih membekas, baik bagi keluarga maupun masyarakat. Di musim kemarau banyak peristiwa kebakaran karena hubungan arus pendek pada kabel listrik. Bila percikan api dekat dengan indoor AC atau pada AC itu sendiri, maka kebakaran akan semakin hebat, walau aliran listrik telah dipadamkan.

Karena komponen indoor terdiri dari alat-alat elektronik yang dapat meledak bila kena panas. Freon dalam pipa tembaga bercampur dengan oli dalam kompressor akan menyembur, menyebabkan api sulit dipadamkan.

Saya bergerak di bidang AC lebih dari 10 tahun, tapi baru awal tahun ini sebelum terbakarnya Toko Jangkrik saya telah menemukan 2 kasus terbakarnya indoor AC. Untung terjadi pada siang hari sehingga api dapat diatasi.

Untuk mengatasi kebakaran pada AC, saya anjurkan menggunakan alat pemadam kebakaran yang berisi powder, sehingga dapat melokalisasi oli yang terbakar. Jangan menggunakan pemadam yang berisi foam.

Pemakaian AC yang digunakan hampir 24 jam pada tempat hiburan, hotel, pabrik maupun rumah tangga, sebaiknya dipikirkan lagi. Lebih-lebih bila sudah dipakai lebih dari 10 tahun.

Saya juga mengimbau PLN untuk berpartisipasi menanggulangi masalah hubungan arus pendek yang bisa memicu kebakaran, mengingat instalasi listrik rumah-rumah tua sudah terpasang puluhan tahun lalu (sejak penggantian teganggan dari 110 ke 220).

E Rita Herawaty
Jl Satria Raya H 238, Semarang

***

Kembalikan SIM Saya

Bapak petugas, mohon maaf atas kelalaian saya di jalan arteri tepatnya di bangjo Pelabuhan Tanjung Mas Semarang karena saat itu saya lelah. Semoga Bapak memaafkan dan saya mengharap Bapak memberikan alamat atau bisa menghubungi saya sesuai alamat di SIM yang Bapak bawa. Saya membutuhkan SIM itu.

Mohon Bapak memikirkan nasib saya karena saya menjadi tumpuan keluarga. Saya pasrah karena tidak tahu harus mencari ke mana, sebab benar-benar tidak tahu identitas Bapak. Saya kini tidak kerja lagi selama SIM Bapak bawa. Terima kasih Bapak mau memikirkan nasib istri, anak dan keluarga saya.

M Kasipan
Purwokerto Rt 3/Rw 2 Kaliwungu, Kendal

***

Penutupan Togel dan Lapangan Kerja

Setelah judi togel ditutup Polda Jateng, muncul wacana baru mengenai penyediaan lapangan kerja bagi bekas agen/pengecer togel yang menurut saya hal ini justru menimbulkan blunder. Banyak tokoh masyarakat (rektor, anggota DPRD, eksekutif dan lainnya) berkomentar, bahkan diseminarkan memperkuat pembenaran bahwa selama ini togel memang berperan dalam mengurangi pengangguran.

Dulu para tokoh masyarakat dan media massa tidak seheboh ini menyikapi nasib puluhan ribu karyawan Texmaco, kok sekarang ketika membahas nasib agen/pengecer togel begitu antusias. Jangan-jangan ada pembentukan wacana bahwa togel dibutuhkan masyarakat.

Memang benar ada sekelompok masyarakat yang bekerja sebagai agen/pengecer, tapi jumlahnya tidak signifikan dibanding jumlah angkatan kerja maupun jumlah pengangguran di Jateng. Seharusnya upaya penyediaan lapangan kerja tidak perlu dikaitkan dengan togel. Ada togel ataupun tidak, pemerintah memang wajib memikirkan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Bambang Pramusinto
Genuk Baru II/6, Semarang

***

Dikecewakan Telkomsel

Saya pelanggan Telkomsel khususnya Kartu Halo sejak 5 tahun lalu karena coverage area yang luas mengingat pekerjaan saya yang mobile (0811 280634). Pada awal tahun 2004 karena tugas saya dipindahkan dari Surabaya ke Purwodadi Grobogan, mau tak mau saya harus mutasi dan aplikasi kartu yang baru di Grapari Pemuda Semarang.

Saat saya menanyakan apakah tagihannya bisa dikirim ke alamat saya di Purwodadi, costumer service menyatakan bisa karena memang masih wilayah kerjanya. Tapi ternyata tagihan tidak pernah sampai dan setiap bulan saya harus minta print out pada Grapari.

Setiap bulan pula saya menyampaikan keluhan itu, tapi anehnya kalau beralasan alamat saya susah dicari kok pernah ada surat dari Telkomsel Semarang yang isinya pernyataan selarnat saya menjadi pelanggan kartu Halo. Kurir langganan kantor tidak pernah salah kirim apalagi tidak sampai tujuan.

Bulan Juni karena tidak punya banyak waktu saya harus segera men-settle penggunaan telepon, akhirnya saya call caroline ke 111 untuk menyampaikan keluhan. Setengah jam kemudian saya dihubungi Bp Mukhtar dari Telkomsel dan print out tagihan telepon di fax ke kantor.

Beliau berjanji saat itu juga akan mengirim aslinya karena kesalahan kurir. Sekarang seharusnya tagihan baru sudah keluar tapi tagihan asli bulan sebelumnya pun tak kunjung tiba. Padahal pembayaran tidak pernah telat karena saya gunakan Citi One Bill. Mohon responsnya segera.

Didi Junaedi
Jl Madukoro I/ 35, Purwodadi

***

Terima Kasih Bank Mandiri

Jalan Welirang Semarang kini kembali terasa lapang, karena di pertigaan tikungan tidak ada lagi posko dan portal. Terima kasih atas perhatian Bapak Mansur Nasution dan terima kasih penghuni Bank Mandiri Welirang.

Ny Sudarto
Jl Welirang, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA