logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Agustus 2004 BUDAYA
Line

Pertahankan Musik KLa

KATON Bagaskara, yang meroket bersama KLa Project, enggan disebut leader. Sebab, kata dia, seorang leader yang baik tidak mengangkat dirinya sendiri menjadi pemimpin. "Orang lainlah yang menyebut kita leader," katanya.

Setelah "berpisah" dengan Lilo, Katon bersama Adi Adrian mencetuskan nama baru grup mereka menjadi NuKLa, yang resmi terbentuk 4 Januari 2004. Namun, sikapnya terhadap 3 personel baru tidak lantas sok berkuasa. "Saya dan Adi memang diberi kepercayaan oleh manajemen untuk mempertahankan konsep musik Kla dan ketiga personel baru (Erwin, Hary Goro dan Yoel) yang semula jadi additional player KLa meminta saya dan Adi untuk tetap memberi input kepada mereka," kata suami Ira Wibowo itu.

Saat ditemui Suara Merdeka di Hotel Horison , pekan lalu vokalis yang dikenal puitis itu tampak bergairah saat membicarakan soal NuKLa. "Menghilangkan kata KLa merupakan risiko, kami tak ingin para Klanis (sebutan bagi penggemar Kla) kehilangan," cetus bapak dari Chika, Radya dan Mario itu.

Konsep musik KLa yang romantis, dengan melodi yang melankolis dan lirik yang puitis tetap dipertahankan NuKLa. Pasalnya menurut mantan pramugara itu, konsep musik dan lagu KLa belum tergantikan di Indonesia. (rny-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA