logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 SALA
Line

Sukiman, ''Anggota Partikelir'' yang Perlente

SETIAP kali DPRD punya hajat kerja rapat paripurna atau rapat komisi dan kegiatan penting lainnya, Sukiman SH (39), tidak pernah melewatkan.

Dia selalu tampak hadir di gedung DPRD Jl Raya Sukowati Barat. Ikut rapat? Tentu saja tidak.

Sebab alumnus Fakultas Hukum Universitas Merdeka (Unmer) Madiun 1992 itu bukanlah anggota dewan resmi. Obsesinya sebagai anggota DPRD tidak pernah kesampaian.

''Sebagai kompensasi, dia hanya ikut mendampingi para anggota Dewan setiap kali menuju ruang rapat,'' tutur Suhirto staf Sekwan, kemarin. Setelah mendampingi para wakil rakyat masuk ruang sidang, warga RT 20 RW 3 Desa Jatisoma, Kecamatan Sambungcaman itu mondar-mandir di depan pintu menunggu para wakil rakyat bersidang.

''Jika ada yang berisik di luar ruang sidang, dia ikut mengingatkan supaya tenang,'' tutur Manto.

Bahkan saat berolahraga, pengangguran yang orang tuanya kaya itu juga hadir di lapangan tenis. Bagi yang terbiasa datang di Gedung DPRD pasti mengenal atau pernah melihat Sukiman.

Dia sering ngobrol di ruang baca yang juga sering dikunjungi para anggota Dewan.

Lelaki kelahiran Sragen 3 Desember 1965 itu disebut-sebut lebih rajin dari anggota DPRD karena intensitas kehadirannya cukup sering. Penampilannya cukup perlente.

Karena itu banyak tamu menduga dia anggota DPRD beneran. Karena sering nongkrong di kantor legislatif itu, dia mendapat banyak julukan. Misalnya, anggota DPRD swasta (partikelir) atau anggota DPRD gadungan.

Beli Jas

Saat sidang istimewa pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD baru periode 2004 - 2009 yang digelar Kamis (12/8) , dia hadir mengenakan stelan jas lengkap. Jas itu dia beli sendiri. ''Stelan jas ini saya beli empat ratus ribu rupiah,'' katanya sambil mengusap jas yang berwarna abu-abu itu.

Ditanya kenapa melakukan kegiatan seperti itu? Bapak satu anak itu mengatakan sudah telanjur senang melihat suasana sidang dan ngombyongi para wakil rakyat.

Dia mengaku melakukan kegiatan itu sejak Sekwan dijabat Purwono SH tahun 1999 . Lelaki bertubuh gempal itu juga tidak peduli sikapnya dianggap ganjil oleh orang yang melihat.

''Biar orang menilai saya apa terserah, saya tetap melakukannya,'' katanya. Setiap tanggal gajian, ada saja anggota DPRD yang memberi uang rokok pada Sukiman antara Rp 10.000 - Rp 20.000.(Anindito AN-85i).


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA