logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 SALA
Line

Bekerja dengan Bupati Harus Tahu Iramanya

SRAGEN- Kepala BIKK Pemprov Jateng Drs H Srimoyo Tamtomo SH MM dan Sekda Drs Kusharjono ternyata dua sahabat lama. Mereka sama-sama alumnus APDN tahun 1974. Bedanya, selama meniti karier Srimoyo Tamtomo sering berpindah tempat, dari Kota Semarang, Solo, Purwokerto, hingga Sragen. Adapun Kusharjono sejak lulus APDN sampai menjabat Sekda Sragen menggantikan posisi Srimoyo, kariernya hanya berkutat di Kabupaten Sragen.

''Saya tidak pernah meninggalkan Sragen,'' tutur lelaki gagah yang dikenal pendiam itu. Ibarat pemain sepak bola, kata Kusharjono, Pak Moyo --panggilan akrabnya-- itu David Beckham yang sering melakukan long passing. Begitu juga perjalanan karier Srimoyo yang sering berpindah tempat ke daerah yang jauh.

''Kalau karier saya cuma di Sragen melulu dan tidak pernah ke mana-mana, seperti polanya pelatih dan mantan pemain sepak bola Todd Grip yang hanya mengumpan bola pendek-pendek,'' kata Kusharjono saat pisah kenal di pendapa rumah dinas bupati, Selasa petang.

''Selama bekerja dengan Pak Bupati, saya bisa menyerap ilmu dan ngelmunya,'' kata Moyo yang menganggap H Untung sebagai bapak, guru, dan sahabatnya. Berbeda dari komentar Kusharjono selama mendampingi Bupati H Untung, sekitar 3 tahun. Mantan Camat Masaran dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) itu menyatakan hubungan itu ibarat pentas wayang kulit dengan iringan karawitan. Setiap kali gendang ditabuh, para pesinden dan niyaga harus kompak mengiringi penyajian pentas. Artinya, ketika Bupati Untung menabuh gendang, perangkatnya harus paham dan mengetahui cengkok gendang untuk mengiringi gendhing yang akan dilantunkan.(nin-85i).


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA