| Sabtu, 14 Agustus 2004 | SALA |
28.467 Pendaftar UNS Tak DiterimaKENTINGAN - Sebanyak 28.467 calon mahasiswa baru yang mendaftar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Nasional, tidak diterima di perguruan tinggi itu. Sementara itu, 2.935 lainnya lulus dan mengisi 47 program studi pada sembilan fakultas di UNS. "Jumlah yang diterima berkurang dibandingkan tahun lalu, sebab jumlah pendaftar dan peminatnya juga turun," kata Drs Sukirno MS, Sekretaris Eksekutif Panitia Ujian Masuk Lokal (PUML) 44 Surakarta kemarin. Mereka yang diterima diharuskan melakukan pemeriksaan dokumen, kesehatan, dan registrasi pada 23 - 25 Agustus, pukul 07.30-13.00, di kompleks Kampus UNS Kentingan, Solo. Pada pengumuman penerimaan kemarin, PUML 44 menyediakan 700 eksemplar lembar pengumuman. Selain ditempel pada 41 lokasi yang dulu digunakan untuk ujian penerimaan, lembaran itu juga dibagikan gratis kepada calon mahasiswa yang datang pagi-pagi di depan Kantor Sekretariat PUML 44, di kampus UNS Kentingan. "Pembagian dimulai pukul 05.30 untuk mereka yang menunjukkan kartu ujian. Namun yang mendapat ya mereka yang datang awal. Selain itu, toh masyarakat bisa melihat lewat internet atau SMS ke 3011," lanjut Sukirno. Kebingungan Meski demikian, kebingungan tetap saja terjadi pada sebagian calon mahasiswa atau para orang tuanya. Salah satunya, Bagus Atas Aji yang kesulitan mendapatkan jawaban melalui SMS. Karena gamang, warga daerah Klewer Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo itu, buru-buru meluncur ke Kampus Kentingan. "Syukurlah, anak saya R Bagus Andika PSW akhirnya diterima di Program Komunikasi Fisipol UGM. Meski senang, sisi lain saya bingung memikir biayanya. Mungkin saya akan menjual sapi saya," ujar bapak empat anak itu. Kebimbangan juga dialami Sri Handayani, warga Juwiring, Kabupaten Klaten. Dia yang datang ke kampus dengan orang tuanya, mengaku tidak menemukan nama dan nomor ujiannya pada lembar pengumumam yang resmi dikeluarkan panitia ujian. "Namun saat melihat pengumuman di salah satu media, nama saya kok ada," tuturnya. Namun dia keberatan memberi jawaban panjang lebar kepada wartawan. Drs Sukirno MSi saat dimintai konfirmasi atas masalah tersebut meminta yang bersangkutan melakukan pengecekan ulang. "Kalau memang ada buktinya, akan kami urus. Namun mungkin saja itu karena bingung," ujarnya. Namun saat beberapa wartawan mengecek dua eksemplar pengumuman yang dimaksud, nomor yang dicari salah seorang peserta ujian tersebut memang tidak ada.(D11-17i) |