logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 SALA
Line

Stres Ditinggal Suami, Dipasung

JEBRES- Derita yang dialami Ny Jemi (40) terus berkepanjangan. Sejak ditinggal ibu dan suaminya, guncangan jiwa menerpanya. Dianggap menderita depresi berat dan dinilai meresahkan, Ny Jemi yang tinggal di daerah Gesi, Sragen oleh tetangganya kini dipasung.

Pemasungan yang terjadi sekitar seminggu lalu justru memperparah penderitaan Ny Jemi. Sebab kondisinya semakin parah akibat pemasungan yang mengikat tangan dan kakinya dengan tali dari karet.

Sepekan dipasung, kedua tangan dan kakinya mengalami luka cukup serius. Karena kondisi yang memprihatinkan itu, Jemi oleh ibu tirinya dibawa ke RSUD Dr Moewardi, Jebres.

Menurut Ny Samini (58), Jemi sudah lama menderita sakit jiwa. Berbagai sebab menimpanya. Selain ditinggal ibunya, Jemi juga ditinggal pergi suaminya sewaktu hamil. "Berbagai tekanan itulah yang mungkin menjadi penyebab dia menderita," papar Samini, ibu tirinya.

Sejak saat itu, gejala depresi dialami Jemi. "Selain berteriak-teriak sendiri, dia sering bertingkah aneh dan kerap membanting barang yang ada disekitar," tambahnya.

Tidak hanya itu, dia kalau lagi suntuk ke luar rumah tanpa tujuan jelas. "Kadang dia pulang sendiri, namun kepergiannya kerap membikin binggung keluarga, karena berhari-hari tidak pulang," jelas Samini yang mengaku sudah lama merawat Jemi.

Kehidupan labil Jemi, rupanya tidak lagi memperhatikan anaknya yang baru menginjak umur 8 tahun. Anak Jemi, yaitu Bambang Susilo yang kini duduk di SD kelas I, ikut pamannya. Berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi Jemi, keluarga dan tetangga sempat berusaha melakukan berbagai cara agar Jemi kembali hidup normal.

Namun, pemasungan yang dilakukan warga yang tentunya atas izin keluarga Jemi, tampaknya semakin membuat Jemi menderita. Kondisi tubuhnya justru semakin memburuk, sebab tangan dan kakinya luka akibat dipasung.

Seorang perawat RSUD Dr Moewardi yang merawat Jemi menjelaskan, luka yang diderita korban timbul karena ikatan tali karet terlalu kencang, sehingga peredaran darah tidak berjalan normal. "Lamanya ikatan itu, kedua tangan Ny Jemi sempat membusuk," papar perawat yang tidak mau disebut namanya saat ditemui, kemarin. (G11-17r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA