| Sabtu, 14 Agustus 2004 | SALA |
Kenalan di Bus, Tas Berisi Uang Dibawa KaburPURWOSARI- Perkenalan di jalan kadang membawa hikmah dan berkah, apabila hubungan tersebut berlanjut dan saling membutuhkan. Namun itu tidak dialami Sugiarto (35), berkenalan dengan perempuan di dalam bus, justru kena apes. Diduga karena sudah terbuai bujuk rayu, warga Blimbing Timur RT 3 RW 1, Blimbing, Malang itu ketika berkenalan dengan perempuan yang mengaku bernama Sri Lestari, malah menjadi korban penipuan. Aksi tipu daya yang dilakukan perempuan yang mengaku tinggal di Madiun itu, bermula ketika dia bertemu korban dalam perjalanan dari Semarang menuju Solo. Setibanya di Kerten, Laweyan, keduanya turun dari bus lalu menuju ke Stasiun Purwosari. Tidak lama mereka berkenalan, keduanya tampak akrab, layaknya sudah kenal lama. Di stasiun, keduanya sudah sepakat untuk bareng dalam perjalanan naik kereta api. Bahkan, ada saja yang dilakukan perempuan itu untuk mengelabui korban. Begitu lagi terlena, perempuan itu berpura-pura akan menjemput adik yang ada di Solo untuk diajak pulang di Madiun. Kepergian perempuan dengan alasan menjemput adiknya itu tidak bisa dihalang-halangi Sugiarto. Bahkan, kepergian Sri Lestari yang membawa tas korban tidak bisa dicegah. Cukup lama menunggu di Stasiun Purwosari, ternyata perempuan itu tidak muncul lagi. Warga Blimbing, Malang itu rupanya kesulitan mencari wanita yang baru dikenalnya, karena dia belum tahu persis alamatnya. "Dia hanya mengaku bernama Sri Lestari, tinggal di Madiun," papar Sugiarto dalam laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta. Bukannya perkenalan itu dapat merajut hubungan yang lebih jauh, tetapi membuat korban kehilangan uang Rp 450.000, pakaian, dan sejumlah surat penting. Lantaran kena tipu, korban menunda perjalanan ke kampung halamannya. Sebab, di samping uangnya hilang, juga butuh waktu melapor ke polisi. Kasus penipuan dengan modus mengenali korban terlebih dahulu semacam itu tampaknya sulit terungkap. (G11-17r) |