logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 SALA
Line

KBMS Tuntut Wawan Dibebaskan

GENDENGAN- Prihatin dengan penangkapan tiga aktivis muslim dari Solo, Ari Setyawan alias Wawan, Arwah, Lutfhi Haidaroh, seratusan orang melakukan unjuk rasa di Mapolwil Surakarta, Gendengan, Jumat (13/8) kemarin.

Massa yang tergabung dalam Komite Bersama Mujahidin Surakarta (KBMS) itu menuntut tiga aktivis tersebut dikembalikan ke Solo. Sebab, tuduhan yang dialamatkan kepada ketiganya, yakni dianggap terlibat dalam peristiwa bom di Hotel JW Marriot Jakarta beberapa waktu lalu tidak berdasar.

Koordinator KBMS Ustad Muhammad Adi menjelaskan, semestinya aparat menerapkan asas praduga tak bersalah ketika memeriksa seorang tersangka.

"Tapi dalam penangkapan tiga orang saudara kami ini, polisi justru mengedepankan praduga bersalah. Padahal bukti-bukti yang disampaikan itu sama sekali tidak berdasar," kata dia di sela-sela aksi.

Aksi dimulai pukul 14.00, berangkat dari Masjid Ta'mirul Islam Tegalsari. Mereka berjalan kaki menuju Mapolwil Surakarta sambil membawa beberapa tulisan. Di antaranya "Kami Menuntut Saudara Kami Dikembalikan", "Mujahidin Solo Siap Melawan Penculik", "Usir Penculik dari kota Solo", "Daun Salam Daun Kedondong, Umat Islam Jangan Ditangkap Dong..." dan ungkapan senada lainnya.

KBMS juga memprotes prosedur penangkapan hingga perlakuan hukum yang kini sedang ditangani Mabes Polri. "Masak selama 1X72 jam tidak didampingi pengacara. Tragisnya lagi, keluarga kesulitan menemui mereka. Kami menilai ini bukan lagi penangkapan, tapi lebih ke arah penculikan. Karena hak-hak saudara kami tidak dipenuhi."

Berdasar keterangan keluarga dan hasil penyelidikan sementara KBMS, ketiga warga Solo tersebut tidak terlibat bom JW Marriot seperti yang dituduhkan. "Kami sangat heran, bagaimana mungkin saudara kami terlibat dalam perbuatan itu? Kenapa tuduhan teroris selalu dialamatkan tanpa bukti yang benar-benar otentik?"

Setelah berorasi beberapa saat, massa kemudian berjalan kaki menuju kediaman Wawan di Brengosan, Purwosari. Sesampainya di Brengosan, massa ditemui Agus Purwanto, ayah Wawan. "Matur nuwun atas dukungan moral yang diberikan. Saya berharap anak saya juga dikeluarkan."

Pada bagian lain, Agus mempertanyakan sepeda motor yang ikut raib saat anaknya ditangkap polisi tempo hari. "Kami juga tidak tahu, kok sepeda motor milik anak saya juga ikut hilang?" (G13-17r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA