logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 PEMILU 2004
Line

SBY Fans Club Klarifikasi ke Panwas Jateng

  • Buku Tulis Ditarik Kembali

SEMARANG- SBY Fans Club memberikan klarifikasi kepada Panwas Pemilu Jateng seputar beredarnya buku bergambar capres Partai Demokrat di beberapa SD di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Upaya tersebut untuk meyakinkan Panwas bahwa kegiatan itu murni sosial dan tidak ada unsur kampanye.

Wakil Ketua Nasional SBY Fans Club Ir Emo Budi Harto, Jumat (13/8), datang ke Panwas dan ditemui Wakil Ketua Ketua Panwas Jateng M Ali Purnomo. ''Kami datang untuk memberikan klarifikasi. Yang kami lakukan atas nama SBY Fans Club, bukan tim kampanye. Sebab, kami memang berada di luar struktur (tim kampanye-Red),'' ujar dia.

Menurut pernyataan Emo, pembagian buku tersebut kebetulan bertepatan dengan tahun pelajaran baru. Hal itu sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan sosial SBY Fans Club. Selain membagikan buku kepada yang membutuhkan, ada beasiswa. ''Sebelum itu masih banyak kegiatan sosial yang lain, seperti khitanan massal, pengobatan gratis, donor darah, dan pemberian tali asih pada pengamen.''

Pihaknya melakukan berbagai kegiatan sosial tersebut sejak Februari lalu, bukan karena menjelang pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua. Karena itu, dia menduga ada pihak tertentu yang sengaja mempolitisasi untuk memojokkan SBY. ''Sebab, baru sekarang dimunculkan (dipersoalkan-Red). Padahal, kami sudah melakukan berbagai kegiatan sosial sejak dahulu.''

Dia mengemukakan, apa yang ada dalam sampul buku tersebut tidak mengandung unsur kampanye. Tidak ada penyampaian visi, misi, menyebut nama partai, capres, ataupun ajakan untuk mencoblos. Selain itu, hanya menampilkan SBY dan bukan SBY-Kalla. ''Jadi prinsipnya sederhana saja, kami melakukan kegiatan sosial.''

Akan tetapi jika pembagian buku tersebut dipermasalahkan, pihaknya akan menarik kembali. Akan tetapi untuk beasiswa, tidak akan ditarik. Dia mengungkapkan, setiap berkegiatan SBY Fans Club terus berkoordinasi dengan tim kampanye SBY-Kalla.

Sementara itu M Ali Purnomo mengatakan, pihaknya telah meminta Panwas Kabupaten Semarang menelusuri dan menginvestigasi. Dari upaya itu, nantinya akan didapat kesimpulan apakah ada unsur kampanye atau tidak.

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu hasil penelusuran Panwas Kabupaten Semarang. ''Kami juga belum tahu apakah pemberian buku itu melibatkan tim kampanye SBY atau di luar sistem dari tim kampanye.''

Dia menuturkan, jika berdasarkan hasil investigasi ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya tetap akan meneruskan sesuai dengan UU Nomor 23/2003. Jika ada unsur pelanggaran pidana, diteruskan ke penyidik. Adapun bila hanya soal administrasi, ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). ''Namun untuk saat ini kami belum bisa mengambil sikap.''

Dia mengakui, jika dilihat dari fisik, buku tersebut memang tidak mencantumkan unsur-unsur kampanye. Dengan demikian, untuk unsur pelanggaran pidana kemungkinan agak sulit. Namun secara moral, ada kemungkinan bisa diartikan sebagai bentuk sosialisasi. Sebab, dilakukan mendekati pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua.

Ketua Panwas Kabupaten Semarang Nuswantoro Dwiwarno SH menegaskan, pihaknya telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan data-data. Hingga siang kemarin, dua kepala sekolah, yakni dari SD Candi 01 dan SD Jetis 02 Ambarawa, sudah didatangi dan dimintai keterangan. ''Untuk Kepala SD Candi 03 belum sempat bertemu karena ketika kami datang dia sedang tidak berada di tempat."

Menurut rencana, Panwas proaktif untuk kembali menemui Kepala SD Candi 03 pada Jumat (13/8) malam. Selain itu, akan menemui Ketua SBY Fans Club Kabupaten Semarang pada malam itu juga untuk dimintai keterangan. ''Kami harus proaktif. Sebab, besok (hari ini-Red) sudah harus memberikan laporan pada Panwas Provinsi,'' kata dia. (G7-83j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA