| Sabtu, 14 Agustus 2004 | WACANA |
SURAT PEMBACABapak Kapolda JatengSebagai bagian dari masyarakat Jateng, saya terima kasih kepada Irjen Chaerul Rasjid atas keputusannya menutup perjudian togel "Kuda Lari" yang begitu akrab di daerah ini. Memang tidak dapat dipungkiri togel (bagi sebagian masyarakat) adalah sandang dan pangan mereka. Jika mengingat hal tersebut saya sedih bercampur kecewa, karena dengan penutupan togel pendapatan mereka menjadi berkurang/hilang. Namun jauh lebih sedih dan kecewa jika membayangkan generasi mendatang akan menjadi generasi pemimpi dan malas berusaha serta berkarya. Mereka hanya berharap dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya akan mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, sebuah prinsip ekonomi yang salah kaprah. Tidak ada sejarah di dunia yang mengisahkan keberhasilan seseorang hanya dengan duduk berangku tangan saja. Dalam agama (Islam) segala bentuk perjudian adalah kemaksiatan sekaligus penyakit yang harus disembuhkan. Togel jelas merupakan bentuk perjudian yang ilegal namun dikemas, dicover, dan ditampilkan secara vulgar seolah-olah merupakan produk yang legal. Kita punya sedikit pemimpin yang berjiwa besar menghapuskan segala bentuk perjudian dan kemaksiatan. Kapolda Jateng salah satu dari yang sedikit tersebut. Semoga penutupan togel benar-benar didasarkan pada bentuk perlawanan terhadap segala kemaksiatan. Bagi pihak yang merasa dirugikan, bersikaplah legawa karena bagaimana pun perjudian sesuatu yang bathil. Jika Allah SWT melarang, percayalah pasti lebih banyak mudharatnya dan tidak ada sedikit pun manfaat yang dapat diperoleh darinya, kecuali keterpurukan dan kehancuran. Turyono Garongan Rt 1/Rw 18 Sugihmas Grabag Magelang *** Perjudian Tidak Akan Bisa Lenyap Pemberantasan dengan model apa pun yang dilakukan petugas penegak hukum (Polri/TNI) tak mungkin bisa berhasil melenyapkan judi. Bagi saya yang ber-KTP seumur hidup atau 60 tahun ke atas, tentu paham dengan istilah molimo. Molimo ini dalam bahasa Jawa berarti: maling (mencuri), main (perjudian), minum (minuman keras), madat (narkoba) dan madon (main perempuan/pelacuran). Perbuatan itu bisa dilakukan orang normal, sebab mudah dan tak perlu berpendidikan tinggi. Untuk menghindari, memang tergantung sikap mental pribadi masing-masing. Khusus perjudian dengan taruhan uang atau barang, tidak mungkin bisa diberantas sampai tuntas. Bisanya hanya mengurangi merajalelaannya. Sebab perjudian tidak hanya dilakukan dengan alat kartu/domino saja. Di bidang olahraga (sepak bola) juga bisa untuk berjudi. Dulu ada judi buntutan, sekarang ada togel. Apalagi yang disebut karapan sapi di Madura dan adu ayam di Pulau Bali, tak mungkin diberantas dengan cara apa saja, sebab sudah membudaya. Maka yang disebut perjudian (molimo) tetap akan ada di dalam kehidupan manusia. Memang harus diberantas, agar tidak mencolok merajalelanya. Metese Mulyono Jl Kelud Raya 36, Semarang *** Lomba Pidato Khusus Ka SMA Pekalongan Panitia 17 Agustus 2004 mengundang para kepala SMA se-Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti lomba pidato dengan tema: "Negara ini akan lebih sejahtera bila diurus dan dikelola dengan benar". Subtema: "Celah yang bisa menjadi lahan tindakan korupsi di lingkungan sekolah". Syarat, belum pernah korupsi, membayar pendaftaran Rp5 ribu pada Drs Anasrullah Desa Kebonagung RT 16/RW 6 Kajen atau di SMA N Kajen. Pendaftaran s.d 17 Agustus 2004 pukul 12.00 WIB. Tempat dan waktu lomba menyesuaikan keinginan peserta. Jadi kapan dan di mana saja, panitia akan melayani. Drs Anasrullah *** HP Milik Siapa ? Tanggal 7 Agustus 2004 sekitar pukul 19.30 saat saya dan adik mencoba celana jeans di kamar pas lantai 3 Java Supermall Semarang telah menemukan sebuah HP terbungkus kantong. Saya tidak tahu merek dan tipenya karena tidak membukanya. Barang tersebut saya serahkan kepada petugas kasir (depan counter Nevada) untuk diteruskan kepada bagian informasi. Apakah HP tersebut sekarang telah sampai kepada pemiliknya? Susanti Jl Jambu I/817B, Semarang *** SIM Titi Suryandari Saya menemukan KTP dan SIM A a.n Titi Suryandari Budi Edi, alamat Jl Cepaka 3 Purwosari Laweyan RT 3 RW 10 Surakarta. Karena faktor jarak yang cukup jauh di luar kota, saya tidak dapat mengantar langsung kepada pemilik. Yang bersangkutan harap hubungi Suciati telp 024-7462909/7472167 Suciati *** Jawaban Kantor Pos Pati Menanggapi tulisan Bapak Asnan Setiaatmadja di rubrik Surat Pembaca 5 Agustus 2004 berjudul "Sebulan Surat Tak Sampai", kami beritahukan bahwa surat yang beralamat RT 7/RW 1 Kelurahan Karangharjo Kecamatan Kragan Rembang diantar langsung oleh petugas pos dari kantor Pos cabang Kragan. Namun Bapak tidak menyebutkan nama dan nomor rumah penerima, sehingga kami kesulitan melacaknya, meski sudah berusaha menelusuri alamat tersebut. Berdasarkan keterangan ketua RT 7/RW 1, warganya tidak ada yang punya saudara/keluarga bernama Bp Asnan Setiaatmadja di Cinde Selatan Dalam II/ 203 Semarang (fotokopi pernyataan terlampir). Menurut informasi, nama penerima surat adalah Ibu Sumarni, namun di RT 7/RW 1 nama tersebut tidak ada, yang ada adalah Ibu Marni. Tetapi beliau tidak mempunyai keluarga di Semarang tersebut (fotokopi terlampir). Untuk memudahkan penelusuran, mohon diinformasikan data lengkap (nama lengkap penerima dan nomor rumah) dimaksud. Kakan Pos Pati Agung Satriyono *** Presiden dan Petani Saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi masalah krusial dan sensasional tanpa terkecuali baik dari kalangan elite politik sampai rakyat membahas dan memperbincangkan pemilu. Pemilu salah satu ujud kedaulatan rakyat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan perubahan UUD 1945, kedaulatan rakyat tidak lagi dilaksanakan MPR, tetapi sesuai Pasal 1 ayat (2) menyatakan "Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD". Salah satu ujud dari kedaulatan rakyat adalah pemilu presiden/wakil presiden secara langsung. Hal ini hal baru dalam memilih pemimpin negeri dan sesuai hati nurani rakyat diharapkan bangsa ini memiliki pemimpin yang arif, adil serta jujur dalam menjalankan pemerintahan. Siapa pun yang memimpin mari kita terima dan dukung bersama. Saya berharap anggota DPR/DPRD yang baru dan presiden terpilih mampu memberdayakan semua komponen dan sumber daya yang ada, tidak terkecuali masyarakat petani dan pedesaan yang merupakan mayoritas penduduk di negeri tercinta ini. Saya sebagai bagian dari komponen masyarakat mengharapkan kebijakan/aturan yang bisa meningkatkan, mengangkat harkat dan martabat masyarakat petani dan pedesaan. Mawahib SE Sumberketandan Rt 20/Rw 6 Secang, Magelang 56195 |