logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Kampanye Anti Free Sex lewat Musik


SM/ Rony Yuwono NO FREE-SEX : Penampilan Leony dalam konser musik ''No Apologies'', antiseks pra nikah Jumat (13/8) malam di GOR Tri Lomba Juang Semarang. (63)

"SEMARANG, piye kabare?" Sapa Leony dalam konser musik bertajuk "No Apologies" Anti-seks pra nikah, Jumat (13/8) malam di GOR Tri Lomba Juang, Mugas, Semarang. Mantan penyanyi cilik itu melanjutkan bincang-bincangnya dengan ribuan remaja yang hadir.

"Aku yakin anak-anak gaul Semarang tidak free-sex, khan?!" Ribuan ABG Semarang pun dengan gemuruh menjawabnya; "Ya...!"

Lalu, penyanyi yang baru saja merilis album baru yang berjudul No Apologies itu berturut-turut membawakan sejumlah lagu. Lagu "Sahabat" menjadi pembuka konser gadis kelas 3 SMU Dian Harapan Jakarta itu.

"Lagu berikut adalah lagu tentang penolakan terhadap tren kebebasan seks," lanjut dia. Lagu yang dimaksud Leony yaitu "Takkan Kubiarkan". Lirik di dalamnya berupa pesan agar remaja tidak terjebak free-sex.

Acara yang diselenggarakan LSM Fokus Pada Keluarga itu sengaja memilih Leony untuk menjadi ikon kampanye untuk menepis tren seks pra nikah di kalangan remaja.

"Saya bangga bisa mengkampanyekan anti-seks pra nikah," ujarnya saat di panggung. Lalu dara manis itu mempungkasi konsernya dengan lagu "Cintaku Terbesar".

Selain Leony, Frontline Concert lebih dulu tampil sebagai band pembuka . Grup tersebut merupakan bentukan anak-anak Indonesia yang studi di Amerika.

Mereka menyanyikan beberapa lagu, di antaranya "Song of the Redeemed", "Came into My Heart" dan "Nation is Born". Usai Frontline beraksi disusul penampilan Viona yang membawakan dua buah lagu.

Acara itu menjadi meriah karena juga diwarnai aksi dua kelompok penari yang melibatkan cewek-cewek bule. Mereka tergabung dalam Philladelpia Dancer. Empat cewek bule terlihat menari-nari di atas panggung. Sedang kelompok tari kedua, Dancer LA muncul setelah penampilan Eka Deli.

Eka yang baru pulang dari Kazakhstan dan Kuala Lumpur malam itu juga mengaku bangga bisa menjadi duta kampanye anti seks bebas. Wanita yang dikenal sebagai penyanyi dangdut itu membawakan lagu pop barat dan dangdut.

Konser No Apologies (yang kemudian diterjemahkan "Tanpa Penyesalan") malam itu memang benar-benar meriah.

Menurut ketua panitia Budi Hidayat, esensi dari acara tersebut adalah menyampaikan pesan moral kepada anak muda.

"Acara ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap tren kebebasan seksual yang melanda remaja saat ini, " ungkapnya. (Rony Yuwono- 63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA