| Sabtu, 14 Agustus 2004 | NASIONAL |
Warga Dua Desa Tawur Dipicu Kalah Sepak Bola
PEMALANG - Gara-gara kalah dalam pertandingan sepak bola, puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari, Pemalang, membuat kerusuhan dan memukuli beberapa warga Desa Pulosari, Kamis, pukul 16.18. Situasi di Desa Pulosari hingga Jumat pagi kemarin masih tegang. Satu regu petugas UPS Polres disiagakan di Mapolsek. Petugas Reskrim Polres kemarin mengamankan 11 warga Karangsari. Mereka diperiksa di Mapolsek Moga. Dari 11 pemuda itu, 5 orang diduga kuat melakukan kerusuhan dan pemukulan. Menurut Camat Pulosari Drs Tutuko Raharjo, tawur dua warga desa itu bermula dari pertandingan sepak bola antar-RT di lapangan Dukuh Greja, Desa Pulosari. Yang bertanding, regu Dukuh Greja melawan Dukuh Karangpoh. Hingga pertandingan yang dimenangkan Dukuh Greja itu berakhir, tidak terjadi keributan. Namun malamnya puluhan warga Karangsari yang mendukung regu Karangpoh melakukan aksi. Mereka nglurug mencari seseorang ke Desa Pulosari. Dalam aksi itu mereka memukuli beberapa orang, antara lain Ali (17) dan Azis (19). Karena merasa desanya diacak-acak, sebagian besar warga Pulosari keluar rumah. Mereka membawa kayu dan pentungan. Warga Karangsari yang berjumlah lebih sedikit akhirnya pergi. Namun sejumlah warga tetap berkumpul di pinggir jalan. ''Mereka mengadang kendaraan yang lewat. Kalau yang naik bukan warga Karangsari, kendaraan dilepas. Namun dalam pengadangan itu tidak sampai ada pemukulan,'' kata Tutuko di rumah dinasnya, kemarin. Jumat pagi kemarin kembali warga Desa Pulosari berkumpul di Kantor Kecamatan. Mereka mencari Toto Kusmianto, pegawai kecamatan. Lelaki itu dituduh ikut menggerakkan warga Karangsari pada Kamis malam. Aksi warga itu berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30. Warga di kecamatan diterima Muspika. Setelah diberi pengarahan, warga akhirnya membubarkan diri. Tuntutan warga, kasus penganiayaan terhaap warga Pulosari diusut secara hukum dan tidak diselesaikan secara kekeluargaan. Mereka juga menuntut anggota Satpol PP, Toto Kusmianto, dinonaktifkan. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kasat Reskrim AKP Suwandi mengatakan, sejumlah warga Karangsari marah karena Dukuh Karangpoh kalah dari Dukuh Greja dalam pertandingan sepak bola. Kemarahan mereka memuncak, karena ternyata kiper Dukuh Greja adalah warga Karangsari. ''Kami masih terus mengusut kasus ini. Ada beberapa pelaku pemukulan yang belum ditemukan. Namun kami telah mengidentifikasi lima pelaku dari 11 pemuda yang diamankan,'' katanya, di Mapolsek Moga. Mengenai keterlibatan Toto Kusmianto dalam kerusuhan itu, seperti yang dituduhkan warga Pulosari, hanya kesalahpahaman. Yang terlibat sebenarnya anaknya. Lima orang yang diindikasi sebagai tersangka penganiayaan adalah Eko Nur Arsianto (17), anak Toto Kusmianto, Hendro Oka Permana (18), Sukemi (20), Sugeng (23), dan Daryanto (20). Semuanya warga Desa Karangsari.(sf-78t) | ||||