| Sabtu, 14 Agustus 2004 | NASIONAL |
Kedatangan SBY Seizin Rois Aam PBNU
JAKARTA- Safari calon presiden (capres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus berlanjut. Dengan izin Rois Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Ketua Pelaksana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar F Mas'udi kemarin menerima silaturahmi berkaitan dengan rencana pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua pada 20 September mendatang. Sebelum SBY hadir di kantor Jalan Karamat Raya Jakarta, sejumlah aktivis NU berunjuk rasa. Mereka merentangkan spanduk yang isinya mengecam intervensi capres ke dalam PBNU. Spanduk-sepanduk itu antara lain bertuliskan, "Capres Jangan Memecah Belah NU" dan "Capres Jangan Obok-obok NU". Sementara itu, pertemuan tetap berlangsung di kantor PBNU. Pertemuan dilakukan secara tertutup di kantor PBNU. SBY menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan beberapa orang yang berdemo menolak kedatangannya ke PBNU. Dia menganggap hal itu wajar. Namun dia menekankan, kedatangannya untuk bersilaturahmi bukan untuk menghina ormas Islam terbesar tersebut. ''Saya tidak mungkin mempunyai tujuan untuk membikin masalah terhadap tokoh atau institusi yang saya temui. Tidak mungkin saya menghina NU. Akan tetapi saya menyadari, ada yang kontra dan tidak setuju dengan kedatangan saya. Itu wajar-wajar saja karena itu adalah kebebasan berdemokrasi.'' Masdar seusai pertemuan mengungkapkan, kedatangan SBY di kantor PBNU atas persetujuan Rois Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. Jadi, sudah dimintakan konfirmasi terlebih dulu. ''Kami menerima kunjungan SBY atas persetujuan Rois Aam PBNU sebagai pemegang mandat tertinggi. Kalau yang demo di depan tadi itu, mereka mendemo diri mereka sendiri. NU milik publik, tidak bisa dibatasi. Namun, kami tetap netral dan tidak akan mendukung calon tertentu. NU bukan partai politik,'' tegasnya. SBY tiba di Kantor PBNU pada pukul 15.30 dengan mengendarai Toyota Alphard B-909-YS. Pertemuan yang berlangsung tertutup itu berakhir pada pukul 16.15. Tampak turut serta Ketua Umum Pengurus Besar GP Ansor Saifullah Yusuf. Sementara itu, SBY didampingi M Lutfi dan Jali Yusuf. SBY membantah kedatangannya untuk membicarakan masalah politik praktis dalam rangka dukung-mendukung. Pertemuan itu untuk mengetahui jalan pikiran masing-masing dan membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. (di-78j) |