logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Disnakertrans Usahakan Pemutihan

  • Soal Pemulangan TKI Ilegal

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jateng langsung mengambil langkah begitu mendengar akan dipulangkannya para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal oleh Pemerintah Malaysia. Gubernur H Mardiyanto meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Diah Anggraeni segera berangkat ke Malaysia untuk mencari TKI asal Jateng dan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya meminta Bu Diah pergi ke Malaysia menjemput TKI ilegal asal Jateng. Kalau bisa diputihkan (diurus izinnya-Red)," kata Gubernur di sela-sela serah terima jabatan kepala Badan Pengawas Provinsi Jateng, Kamis (12/8).

Menurut dia, jika bisa diputihkan izinnya, yang bersangkutan masih tetap bisa tinggal di Malaysia. Kalau harus pulang, dikhawatirkan akan semakin menambah jumlah pengangguran di Jateng.

"Kami minta Bu Diah menghubungi instansi yang mengurusi tenaga kerja setempat agar bisa melakukan pemutihan."

Menurut dia, pemutihan tersebut lebih baik dari pada pulang sebagai TKI dengan status ilegal. Pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah yang dari Jateng, sebab masih dicari. Apalagi, meski warga Jateng, banyak yang berangkat dari provinsi lain dan tidak melewati jalur resmi. "Itu yang menjadi kesulitan bagi kami."

Menurut dia, dengan tetap bisa tinggal di Malaysia, juga akan menguntungkan negara setempat. Jika pada akhirnya TKI ilegal itu harus pulang, Malaysia juga akan rugi. Sebab para TKI tersebut, meski berangkat secara ilegal, tetap merupakan pekerja yang produktif.

"Karena itu, kami berharap bisa dilakukan pemutihan," tandas Gubernur.

Kepala Disnakertrans Jateng Diah Anggraeni berencana berangkat ke Malaysia pada 17 Agustus. "Setelah tujuhbelasan, saya langsung berangkat. Tanggal 18 (Agustus) pagi akan mohon penjelasan mengenai TKI Ilegal dari Jateng pada KBRI," kata dia, Kamis (12/8).

Dirinya juga sudah menghubungi konsuler pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, Supeno. Di negeri jiran tersebut, pihaknya akan melakukan pembicaraan terlebih dulu dengan KBRI.

"Kemudian dengan difasilitasi KBRI akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Malaysia."

Pihaknya belum bisa memperkirakan jumlah TKI ilegal dari Jateng yang ada di Malaysia. Namun bagi mereka akan diusahakan agar bisa diputihkan izinnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menghubungi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jika ada TKI ilegal yang sudah pulang melalui pelabuhan tersebut, agar ditangani di posko yang disediakan di tempat itu.

Hingga Kamis sore belum ada satu pun kapal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang membawa TKI asal Indonesia dari Malaysia. "Saya sudah telepon pihak Syahbandar Semarang, namun hingga kemarin belum ada satu pun kapal yang mengangkut TKI asal Jawa Tengah," kata Diah, seusai menerima calon peserta kompetisi keterampilan tenaga kerja tingkat nasional di Jakarta.

Dari Semarang calon peserta tersebut diwakili Roberto dari PIKA Jl Imam Bonjol Semarang. Peserta ini mewakili keahlian di bidang mebel atau perkayuan. Selain itu juga direkrut ahli-ahli mesin sepeda motor yang diambilkan dari bengkel-bengkel motor di pinggir jalan. Sebab, keahlian mereka kadang-kadang tidak kalah dengan tenaga-tenaga di bengkel-bengkel besar.(G7,E1-78n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA