| Sabtu, 14 Agustus 2004 | NASIONAL |
Garap KoalisiSBY Ingin Temui Akbar LagiJAKARTA-Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih berniat untuk menggalang koalisi dengan kubu Partai Golkar. Buktinya, capres dari Partai Demokrat tersebut masih berniat bertemu lagi dengan Ketua Umum Patai Golkar Akbar Tandjung, walaupun Kamis (12/8) malam sudah bertemu. Niatan itu disampaikan SBY usai shalat jumat di Masjid Raya Sunda Kelapa, Jl Taman Sunda Kelapa Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. "Biarlah staf saya yang mengatur (pertemuan dengan Akbar). Karena kebersamaan itu tidak bisa dibangun hanya dengan satu pertemuan," ungkap SBY. Ditanya kemungkinannya merangkul ke kubu lain, seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sosial (PKS), SBY mengatakan, keinginan berkoalisi itu sebaiknya tidak datang dari pihaknya saja. "Biar koalisi berjalan sesuai dengan keinginan bersama," jelas SBY. Seperti diketahui, setelah lolos ke pilpres putaran kedua, SBY rajin menggalang berbagai pertemuan dengan sejumlah elite parpol. Baik dengan Amien Rais, Gus Dur, maupun terakhir Akbar Tandjung pada Kamis (12/8/2004) malam. Pada kesempatan lain, SBY juga mengatakan, pihaknya akan menghormati apa pun keputusan Golkar dalam menentukan koalisi untuk pemilu presiden putaran kedua, termasuk jika Golkar memutuskan untuk berkoalisi dengan capres PDI-P Megawati. "Kalau memang Partai Golkar memutuskan koalisi dengan Ibu Mega, saya menghormatinya. Dan memang peluang itu ada dengan siapa saja. Karena tujuannya semua baik," kata SBY. Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Budhisantoso menyatakan optimistisnya akan mendapatkan dukungan dari kubu lain, meski DPP Partai Golkar mungkin lebih condong memberikan dukungan kepada Megawati. Dukungan itu, kata dia, akan didapat dari, antara lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Tidak apa-apa, kami masih bisa. Sebentar lagi rencana kita didukung oleh PKS atau PKB. Dan itu sudah cukup," kata dia di DPR RI Senayan Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, pihaknya masih berupaya untuk memperoleh dukungan dari PKS. Sedangkan dukungan dari PKB sudah dibicarakan di tingkat DPP PKB. "Meskipun belum resmi, Gus Dur sudah membebaskan PKB mau ke mana," ujarnya. Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung membantah tudingan bahwa keengganan Golkar untuk berkoalisi dengan SBY karena hanya akan membesarkan Partai Demokrat (PD). "Kami tidak melihat dari perspektif itu," kata Akbar usai mengikuti HUT Mahkamah Konstitusi (MK) di Kantor MK, Jl Medan Merdeka Barat Jakarta, Jumat (13/8). Akbar membenarkan ada kecenderungan DPP Golkar untuk berkoalisi dengan Megawati. (dtc-69t) |