logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Agustus 2004 BANYUMAS
Line

Unsoed Tak Naikkan SPP

PURWOKERTO-Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto membuat gebrakan. Perguruan tinggi yang berkampus di Grendeng dan Karangwangkal itu i tahun ajaran 2004/2005 tak menaikkan dana SPP dan sumbangan pengembangan institusi (SPI).

Unsoed masih mengandalkan sebagian besar dana untuk membiayai kegiatan pendidikan dari hasil proyek kompetisi di tingkat internasional, nasional, dan kerja sama dengan pihak ketiga. SPP mahasiswa baru dan lama tetap Rp 250.000/semester. Adapun dana SPI Rp 150.000/semester. Mahasiswa eksakta menambah sekitar Rp 100.000 untuk penunjang praktikum dan penelitian.

Rektor Unsoed Prof Rubiyanto Misman, kemarin, di sela-sela pemantauan pengumuman SPMB, menyatakan akan bverupaya mempertahankan kebijakan tidak menaikkan SPP dan SPI. Dia sudah menerapkan kebijakan itu selama beberapa tahun.

Jalur ADB

Dia mengemukakan untuk meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang selama ini mengandalkan proyek kompetitif lewat jalur Asian Development Bank (ADB) dan pemerintah pusat.

Unsoed untuk tahun 2004-2007 kembali memperoleh pengucuran dana kompetitif dari Technical Program Skill Development Project (TPSDP) dari ADB 1 juta dolar AS atau Rp 8 miliar. Proyek itu hasil memenangi kompetisi dari sekitar 700 proposal yang masuk dari PTN dan PTS seluruh Indonesia. ''Yang lolos hanya 50 proposal, termasuk tiga dari Unsoed.''

Pemerintah pusat juga memberikan dana hibah kompetitif klasifikasi A2 Rp 400 juta, A3 Rp 800 juta, dan B1 Rp 1,5 miliar. Sebelumnya perguruan itu juga mendapat dana dari program QUE Project, DUE Bart, DUE Like, lebih dari Rp 20 miliar.

''Yang kecil-kecil juga masih ada, antara lain program SP4 Rp 200 juta dan Rp 400 juta. Untuk memacu kompetisi di tingkat fakultas, kami melaksanakan dana kompetitif Rp 100 juta,'' ujarnya.

Dia mengemukakan tahun ini, kata dia, ada sekitar 3.000 mahasiswa berprestrasi dan kurang mampu menerima bantuan beasiswa. Jika dirata-rata setiap bulan Rp 200 juta.

''Namun ke depan beban biaya pendidikan pasti terus meningkat. Karena itu harus ada perhatian serius dari pemerintah,'' ujar dia.

Tahun ini Unsoed, kata Pembantu Rektor Bidang Pendidikan Dr Ir Soedjarwo, menerima sekitar 4.500 mahasiswa. Mereka terdiri sekitar 1.700 SI dan 1.500 D3. Adapun sisanya program SI lokal dan ekstensi. Mahasiswa yang sudah mendaftar ulang sekitar 19.000 dari total sekitar 22.000. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA