| Sabtu, 14 Agustus 2004 | BANYUMAS |
"Bawor Nyelebriti" dalam Pameran''PAK, boleh masuk? Bayar tidak? Berapa?'' Pertanyaan itulah yang sering dilontarkan orang-orang yang hendak menonton pameran lukisan karya 10 pelukis Banyumas di Vie Art Shop Gallery, Jalan Suparto, Purwosari, Purwokerto, 1-20 Agustus. Itulah yang dituturkan Medi PS, salah seorang pelukis, yang menunggui pameran. Dia menuturkan hal tersebut menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa masih kurang. Untuk menarik minat warga masyarakat perlu sesering mungkin ada pameran. Jumat, 6 Agustus, belasan pelajar SMPN 9 dan beberapa siswa SD Purwosari mengunjungi pameran itu. Siswa SMPN 9 datang atas perintah guru kesenian. Mereka bertugas untuk menulis laporan tentang lukisan yang dipajang. Laboratorium Seni Sekarang, kata pelukis Bungsu Mulyarto, pendidikan seni diberikan di kelas I sampai III SMP. Setelah mendapat teori, para siswa melihat contoh karya. ''Pameran bisa menjadi laboratorium seni,'' kata peserta pameran itu. Sekolah yang mengirim murid ke pameran antara lain SMP V dan IX serta SMA I, II, IV, dan V Purwokerto. Guru seni SMA IV adalah Hadi Wijaya, pelukis yang memamerkan karya dalam pameran itu. Pelajaran kesenian, kata Bungsu, memperhalus perasaan siswa. Jika siswa tak tahu rasa seni, dikhawatirkan bakal senang bertindak brutal. Sejak dibuka pada 1 Agustus telah terjual tiga lukisan. Satu karya Bungsu berjudul "Mentari" yang terjual Rp 1,6 juta, sedangkan dua karya Medi PS laku Rp 500.000. Di Banyumas, ujar Bungsu, banyak pelukis hebat. Sayang kurang dikenal masyarakat karena publikasi kurang. Salah satu lukisan yang cukup menarik perhatian adalah "Bawor Nyelebriti" karya Heri Purwanto. Sang pelukis, lulusan ISI Yogyakarta, menyatakan lewat lukisan ingin menceritakan kondisi masyarakat yang terimbas kehidupan modern dan masyarakat menikmati kondisi itu. Bawor, simbol masyarakat Banyumas, dia gambarkan bercelana jins, bersepatu Bata, dan bertelepon seluler. Tokoh yang asli dia lukiskan secara samar-samar. Di sudut kanan atas lukisan ada gambar wayang Bawor. Pemilik galeri, Deviarti, menuturkan selain menjual kerajinan interior dan eksterior, juga menampung hasil karya masyarakat. Melalui pameran itu dia ingin mengangkat para seniman, khususnya pelukis, agar mendapat tempat lebih baik di masyarakat. Dalam acara yang akan berakhir 20 Agustus itu dipamerkan 105 lukisan karya 10 pelukis. Para seniman itu adalah Cipto Pratomo, Bungsu Mulyarto, Medi PS, Heri Purwanto, Hadi Wijaya, Amran Rustilo, Yokh Hartono, Ruth Agustina S, Agus Nugroho, dan Duli Indra. (Budi Hartono-86) |