| Sabtu, 14 Agustus 2004 | BANYUMAS |
Cilacap Bakal Ekspor Tuna
CILACAP - Rencana ekspor ikan tuna Cilacap ke Jepang dipastikan terwujud. Paling tidak optimisme itu muncul dari penegasan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ir Gunawan. Dia menyatakan ekspor perdana ikan tuna ke Jepang menurut rencana dimulai September nanti. Berbagai persiapan sudah dilakukan, termasuk pembuatan kontrak kerja bersama antara PT Mansai Indonesia (eksportir) dan PT. Aviastarindo Indonesia Sarana Daya (penyedia jasa kargo udara). ''Ini tindak lanjut dari naskah kesepahaman yang sudah mereka tandatangani. Saat itu pemerintah menjadi jembatan,'' katanya. Dia mengemukakan total ekspor yang diancangkan, yakni 5 ton tuna setiap hari, dipastikan terpenuhi. Karena, nelayan Cilacap sehari menangkap 6,9 ton ikan tuna. ''Kuota bakal terpenuhi, bahkan ada sisa,'' katanya. Berdasar rencana, ekspor tuna itu akan menggunakan jalur udara melalui Bandara Tunggul Wulung Cilacap ke Bandara Cengkareng Jakarta. Kemudian melalui Bandara Singapura dan dilanjutkan ke Jepang. Berdasar data di Kantor Dinas Perikanan diketahui, secara teknis pengangkutan lewat jalur udara justru menguntungkan pengimpor. Sebab, mutu ikan tuna lebih terjaga karena waktu pengiriman dari Cilacap ke negara tujuan singkat. ''Makin singkat waktu yang dibutuhkan kian segar ikan yang sampai di negara tujuan,'' katanya. Cilacap juga dapat memenuhi pesanan hasil laut lain, seperti lobster, ikan kakap, kerapu, dan kepiting. Masalahnya, ujar dia, sekarang belum ada pengimpor yang meminta hasil laut yang lain itu. (G21-86) |