| Kamis, 12 Agustus 2004 | PEMILU 2004 |
Ada Pihak yang Belum Siap KalahSEMARANG- Memasuki pemilihan presiden dan wapres putaran kedua, Polda Jateng beserta jajarannya di bawah akan bekerja lebih keras lagi. Sebab, diperkirakan ada pihak yang belum siap untuk menerima kekalahan. ''Jika melihat Jateng, prediksi dan feeling kami mengatakan harus kerja ekstra keras dalam menghadapi pilpres putaran kedua. Karena perhitungan saya, mudah-mudahan salah, ada pihak yang belum siap untuk kalah,'' kata Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid saat berkunjung ke Kantor Suara Merdeka Jl Raya Kaligawe KM 5 Semarang untuk bersilaturahmi dan berdialog dengan jajaran manajemen dan redaksi, Rabu (11/8). Karena itu, Kapolda telah memerintahkan semua kapolres untuk melakukan langkah-langkah antisipatif. Dia tidak menginginkan ada bola panas di kepolisian. ''Maka polisi harus betul-betul clear (netral), sehingga mampu bertindak tegas,'' ujarnya. Dalam rangka antisipasi pengamanan pilpres tahap kedua, jajaran Polda Jateng akan terus mengintensifkan berbagai kegiatan yang telah diprogram melalui Operasi Mantap Brata XII. Berdasarkan pengamatannya, kesiapan satuan kewilayahan dalam menghadapi ajang besar tersebut telah mencapai 75 persen. Dalam kunjungannya ke Suara Merdeka, Kapolda juga mendapat pertanyaan menyangkut netralitas Polri, menyusul pengungkapan rekaman video di Banjarnegara. Selain itu, juga ada iming-iming bagi jajaran Polri menjelang pilpres putaran kedua yang menjadi ajang penentuan tersebut. Kapolda menegaskan, selama dirinya menjabat di Jateng, jajarannya akan tetap netral dalam pilpres. Pihaknya juga akan tegas menolak sejumlah iming-iming yang sengaja diberikan kalangan tertentu. Dia mengakui di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Polri memang maju cukup pesat. Paling tidak, dalam hal fasilitas, jajaran kepolisian mendapat berbagai bantuan yang sangat mendukung operasional di lapangan. Selain itu, soal kesejahteraan juga lebih diperhatikan. Akan tetapi itu tidak boleh menjadi alasan bagi Polri untuk tidak dapat bersikap netral. Menurutnya, perhatian terhadap Polri merupakan hal yang wajar dan pasti dilakukan, siapa pun yang memimpin negeri ini. ''Siapa pun presidennya, polisi pasti diperhatikan, karena keberadaan polisi sangat sentral. Perhatian itu menurut saya wajar-wajar saja, karena sesuai dengan prestasi Polri,'' ujarnya. (G7,G3-83t) |