logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 PEMILU 2004
Line

Kader PAN Ingin Oposisi

TANGERANG- Sebagian besar kader Partai Amanat Nasional (PAN) menginginkan bersikap oposisi ketimbang membangun koalisi terhadap pemerintahan baru. Sekjen DPP PAN yang juga Menteri Negara Riset dan Teknologi, Hatta Radjasa, mengungkapkan hal itu seusai mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri menghadiri puncak acara peringatan Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional di Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (11/8).

Hatta mengakui, setelah capres Amien Rais yang juga ketua umum partai itu tidak lolos ke putaran kedua, dia melihat emosi kader PAN cukup tinggi. Mereka kesulitan menentukan pilihannya kepada dua capres yang lolos ke putaran kedua, baik itu capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono maupun capres PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. ''Saat ini kebanyakan memilih beroposisi. Namun pada akhirnya mereka juga akan memilih,'' katanya.

Hatta menyatakan simpatisan PAN sangat demokratis. Mereka tidak mempunyai pilihan yang sama, kecuali saat memilih Amien pada pilpres putaran pertama. ''Kalau sekarang pilihan mereka beragam. Ada yang (menginginkan) PAN konsentrasi di DPR, oposisi, golput, atau memilih salah satu capres.''

Untuk menentukan satu dari beberapa opsi itu, setelah 17 Agustus mendatang PAN akan menggelar rakor guna membahas sikap partai menghadapi pilpres putaran kedua. Menyinggung pertemuan Amien dan Mega di kediaman Amien di kompleks perumahan Widya Chandra, Hatta mengungkapkan, pertemuan tersebut hanya silaturahmi biasa. Dia membantah pertemuan tersebut membicarakan rencana bagi-bagi jabatan bila Mega terpilih kembali menjadi presiden. ''Pertemuan itu betul-betul silaturahmi. Karena itu yang dibicarakan yang ringan-ringan saja. Jadi tidak membicarakan bagi-bagi kekuasaan,'' ujarnya.

Pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi, Presiden Megawati menyampaikan harapannya agar ilmu pengetahuan (iptek) dapat memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kesejahteraan, martabat, dan peradaban bangsa.(A20-83i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA