logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

Setengah Abad

Pada tahun 1950-an seorang guru menerangkan bahwa di Indonesia belum dapat diadakan pemilihan presiden secara langsung karena rakyat masih bodoh, buta huruf dan buta politik. Setengah abad kemudian yaitu sekitar tahun 2000 ada pemikiran ke arah pemilihan presiden secara langsung dan pada 5 Juli 2004 benar-benar terlaksana.

Cara ini bagi rakyat merupakan sesuatu yang baru. Tak heran jika terjadi banyak pelanggaran baik disengaja maupun tidak. Sekarang dipersiapkan pilpres putaran II. Presiden mendatang sudah ada dalam genggaman Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui untuk bangsa Indonesia yang tengah mengalami krisis ini. Mari bertawakkal sambil menonton gerak langkah para politikus dan KPU.

Dra Titi Supratignyo MEd
Jl Stonen 5, Semarang 50233

***

Budayakan Belajar

Pada tahun 1974, sebagian besar siswa kelas 1 SD atau hampir semuanya belum bisa membaca dan menulis. Kemampuan itu baru dicapai ketika siswa duduk di kelas 3. Dan sepuluh tahun kemudian sekitar tahun 1984, kemajuan dalam menulis dan membaca begitu pesat.

Sejak itu kemampuan anak kelas 1 SD bahkan ada yang TK Besar pada umumnya sudah lancar membaca dan menulis. Pada tahun 2004, kemampuan matematis sebagian besar anak berada dalam ambang kristis. Hanya untuk mencapai nilai standar minimal 4,.. susahnya bukan main.

Pertanyaan, bisakah lima tahun ke depan walau dengan standarisasi kita kembali pada penilaian wajar. Bahwa nilai 5 tidak lulus, sedangkan nilai 6 lulus murni tanpa rekayasa konversi. Bercermin pada sebagian kecil siswa yang dengan mudah mencapai nilai UAN Matematika 7 ke atas, mereka adalah anak-anak beruntung yang dipersiapkan keluarganya.

Bisakah institusi pendidikan, birokrasi pendidikan dan masyarakat bekerja sama untuk mencari permasalahan serta solusi dalam memajukan pendidikan. Sumbangan masyarakat, terutama tingkat RT bisa memberi dorongan, motivasi konkret bagi terciptanya semangat belajar anak di lingkungannya.

Sarana maupun wahananya ada, yaitu acara peringatan 17-an yang setiap RT selalu melaksanakan. Para pakar dan ahli pendidikan, mari memberdayakan peringatan ini di tingkat RT agar bisa digunakan sebagai sarana memajukan pendidikan. Ciptakanlah cara atau metode yang bisa disisipkan dalam peringatan 17-an.

Intinya bagaimana menanamkan budaya belajar pada anak. Kalau ini menjadi tradisi seluruh masyarakat, kita berharap lima tahun ke depan akan tampak kemajuannya. Rasanya sakit, kalau kita hanya puas anak-anak lulus UAN Matematika dengan nilai 4,25.

B Widriarto
Jl Wiroto II/3 Rt 3/Rw 5, Semarang

***

Pimnas XVII

Saya membaca berita 29 Juli 2004 tentang "Pimnas XVII, tempat mahasiswa mencipta inovasi" di mana UMS dan Unika masuk 10 besar. Namun saya sangat kecewa dengan pemberitaan yang kurang proporsionaI tersebut. Yang diulas habis-habisan hampir l/2 halaman hanya dari Unika.

Bagaimana dengan UMS. Kenapa keberhasiIan mahasiswanya tidak diulas ? Katanya Suara Merdeka korannya orang Jawa Tengah dan independen. Perlu diketahui UMS merupakan PTS terbesar di Jateng dengan sekitar 37 Program Studi dan puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia serta dari luar ngeri.

Banyak puIa warga Semarang dan sekitarnya yangkuliah di sini, sehingga saya juga ingin tahu bagaimana prestasi mahasiswa yang menimba ilmu di PTS tersebut. Mohon maaf bila ada hal - hal yang kurang berkenan.

Drs Bambang Setyo
Lamongan Brt II/85, Semarang

***

KFC Respek atas Komplain Konsumen

Tanggal 27 Juli kami berenam ke KFC Citramal Semarang untuk makan siang. Saat itu kami komplain atas pelayanan yang kurang memuaskan dan diterima wanita. Sungguh luar biasa tanggapan dari pihak manajemen, mereka segera me-respect komplain kami.

Dengan berbesar hati mengakui kekurangannya dan meminta maaf. Salut kepada pihak manajemen yang mengutamakan kepuasan konsumen. Kami yakin KFC akan senantiasa meningkatkan pelayanannya demi kepuasaan konsumen dan mendapat nilai plus di mata pelanggan sesuai dengan motonya Respect Complaint

Indra Trijadi dkk
Jl Imam Bardjo SH 1, Semarang

***

Guru, Profesional

Sejak dulu guru merupakan jabatan profesional (keahlian khusus). Karena itu, guru harus turnbuh dan berkernbang dalain keahlian mendidik dan rnengajar murid. Guru mendidik dan mengajar murid, terutarna bukan agar murid memperoleh nilai tinggi dalarn raport/ijazah, melainkan melatih murid belajar untuk hidup. Sistern pendidikan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBK) ini, guru menjelaskan bahan pelajaran dengan peragaan, sehingga murid sampai pada pengertian yang dibutuhkan. Alat peraga harus sederhana, sesuai bahan pelajaran dan aman bagi kesehatan.

Bahan pelajaran harus disesuaikan dengan lingkungan anak didik (petani, nelayan, pegawai, pedagang). Pengembangan rasa sosial sebagai persiapan hidup keluarga dan masyarakat dalarn bentuk kerja sama.

Heny Suryani
PGSD Soegiyapranata Jl Palagan 59, Bawen

***

Biodata Para Artis

Saya mahasiswi, termasuk pembaca setia Suara Merdeka ingin sedikit usul bagaimana kalau media ini menambah rubrik mengenai biodata para artis. Baik artis dalam negeri maupun artis luar negeri disertai dengan gosip terbarunya. Contohnya para personal Westlife, karena saya termasuk salah satu penggemar beratnya. Saya juga ingin alamat paranormal Ki Joko Bodo.

Amalia Widiasari
Jl Dr Soeparno 15, Purwokerto

***

Pencuri Tabung Gas Sedan H-7000-LR

Malam itu tanggal 29 Juli 2004 sekitar pukul 21.00 WIB toko kami baru saja tutup. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Orang itu sepasang suami istri yang istrinya sedang hamil. Pencurian dilakukan dengan modus si istri membikin sibuk penjaga toko dengan pura-pura membeli barang yang beranekaragam.

Sedang suaminya mengambil kesempatan mencuri barang yaitu tabung gas dan isinya. Saat penjaga toko menyadari tabung gasnya hilang, suami istri itu sudah pergi.

Lalu penjaga toko berlari ke arah mobil pencurinya untuk meminta tabung gas dan berteriak minta tolong. Karena banyak orang di jalan tersebut mereka ketakutan lalu melarikan mobilnya. Untung saya sempat mencatat mobil sedan berwarna coklat metalik keemasan H 7000 ..

Saya imbau khususnya para pedagang di daerah Pucang Gading Raya Semarang untuk lebih waspada dan berhati-hati. Kepada aparat keamanan semoga bisa menindaklanjuti karena mungkin hal yang sama terjadi pada pedagang lain

Sulis S Wahyudi
Tlogomulyo Rt 2/Rw 7, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA