| Kamis, 12 Agustus 2004 | NASIONAL |
Ditanya soal Aborsi, Miss Universe Merah Padam
YOGYAKARTA - ''Bagaimana pendapat Anda tentang kesehatan reproduksi wanita dan aborsi di kalangan remaja?'' tanya seorang wartawan kepada Miss Universe 2004 Jennifer Hawkins ketika melakukan konferensi pers di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa, kemarin. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disampaikan oleh Putri Indonesia 2004, Artika Sari Devi, Miss Universe dari Austrlia itu terdiam. Dia menoleh ke kiri dan kanan. Entah apa yang dibicarakan dengan pendampingnya, wajahnya perlahan berubah. Kulit putihnya lantas berona merah. Setelah beberapa lama berbisik-bisik dengan pendampingnya, dia pun menjawab singkat. Namun jawaban yang diberikan tidak begitu jelas. Dia pun mengatakan hal itu bukan menjadi tugas Miss Universe yang disandangnya. ''Maaf, tidak semua pertanyaan bisa dijawab karena ada hak pribadi bagi Miss Universe untuk tidak menjawabnya,'' timpal Ema dari Sheraton yang menjadi moderator. Kedatangan Miss Universe 2004 Jennifer Hawkins dan Putri Indonesia 2004 Artika Sari Devi sudah menjadi agenda rutin PT Mustika Ratu. Setelah wanita tercantik di dunia itu dinobatkan, kata Ketua Yayasan Putri Indonesia Moeryati Sudibyo, pasti langsung diundang ke Indonesia. ''Namun pada tahun ini agak terlambat karena jadwal pemilihan Putri Indonesia juga mundur. Biasanya negara pertama yang dikunjungi Indonesia. Namun karena mundur, Miss Universe sudah berkunjung dulu ke Thailand dan Kuba,'' papar Moeryati. Pentas Dunia Dia mengungkapkan sebenarnya ada keinginan untuk menjadi peserta dalam pentas dunia. Namun selama ini ada berbagai kendala sehingga keinginan itu belum tercapai. Kendati demikian dia berharap pada masa mendatang ada wanita Indonesia yang bisa mengukir berprestasi di kontes Miss Universe. ''Untuk menjadi Miss Universe tidak hanya kecantikan yang diutamakan tetapi juga kepintaran. Sebab setelah menyandang gelar itu, dia harus melakukan tugas-tugas yang cukup berat di berbagai bidang,'' ujarnya. Artika, gadis kelahiran Pangkalpinang 24 September 1979 juga mempunyai harapan demikian. Namun untuk bisa ke ajang dunia, dia menyerahkan sepenuhnya persoalan itu ke YPI. Menyambung tentang kesehatan reproduksi wanita, dia berpendapat itu merupakan hal penting. Menurut dia, pendidikan kesehatan harus sedini mungkin diberikan kepada wanita dan juga anak-anak, terutama di daerah-daerah terpencil yang latar belakang pendidikannya masih kurang. ''Perempuan adalah penerus generasi. Sebab dari perempuanlah lahir generasi-generasi baru yang akan mengisi negeri ini,'' tutur pemilik bibir tipis itu.(D19,pr-33i) | ||||