| Kamis, 12 Agustus 2004 | NASIONAL |
Dua Bus Nusantara Dirusak PremanGENUK - Seluruh kaca dua bus Nusantara, yakni K-2990-CB jurusan Surabaya dan K-1606-AB jurusan Yogyakarta, rusak berat. Bus itu dirusak sejumlah preman saat ngetem di Terminal Terboyo, Rabu (11/8). Hal itu diduga karena rebutan trayek awak bus Coyo dengan Nusantara yang bertujuan Tegal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun PO Nusantara rugi puluhan juta rupiah. Bus-bus Nusantara yang menjadi sasaran amuk para preman merupakan bus Patas AC, yang terbilang masih gres. Kedua bus itu kemudian diamankan di Mapolsek Genuk. Setelah merusak dua bus, tujuh preman dan seorang mandor bus Coyo menyerahkan diri ke aparat Polsek Genuk. Mereka kemudian ditahan di sel Mapolsek tersebut. Para preman itu tidak lain para tikyan (makelar penumpang). Mereka adalah Ari Pramono (26), Sugimin (39), Sugiarto (32), Eko Setyanto (25), dan Mukit (26). Selanjutnya, Siswanto (26) dan Supriyadi (30). Adapun mandor PO Coyo yang ditahan Gunawan Suryono (49) alias Gun Coyo. Saat perusakan itu, sejumlah penumpang yang sudah telanjur duduk di dalam, kocar kacir berlarian menyelamatkan diri. Para penumpang turun melewati pintu belakang bus. ''Akibat serangan itu, kaca bus bagian depan dan samping kanan serta kiri pecah berantakan. Para penumpang pun berlarian menyelamatkan diri keluar bus,'' tutur Alim (33), kondektur bus Nusantara asal Kedungdowo, Kudus. Setelah puas merusak bus tersebut, para preman itu beralih merusak bus Nusantara lainnya, K-2990-CB, sekitar 10 meter dari bus pertama. Bus itu juga dilempari batu dan botol minuman hingga kaca depan, samping kanan, dan kiri pecah berantakan. ''Bus itu baru saja datang dari Surabaya. Setelah menurunkan penumpang, tiba-tiba dilempari batu sejumlah orang. Saya tidak terluka karena berlindung di balik jok bus,'' tutur sopir bus K-2990-CB, Rudi (35), warga Bogor. Mandor bus Coyo, Gunawan Suryono, mengaku telah merusak dua bus itu. Tindakan itu kemudian diikuti oleh orang-orangnya yang saat itu di Terminal Terboyo. Hal itu karena dia merasa trayek bus Coyo jurusan Tegal tersaingi, setelah PO Nusantara membuka trayek Semarang-Cirebon sejak 1 Agustus lalu. Kapolres Semarang Timur AKBP Juhartana didampingi Kapolsek Genuk AKP Agung AA SIK menyatakan, akan memproses kasus tersebut. (G5,G6-58t) |