| Kamis, 12 Agustus 2004 | NASIONAL |
Kapolda Blakblakan soal Togel
SEMARANG- Untuk kali kesekian Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid bicara soal judi togel. Kali ini kata-kata jenderal berbintang dua yang belum genap sebulan menjabat itu lebih blakblakan. Chaerul bercerita terus terang soal iming-iming setoran dan ancaman dari orang-orang yang tidak menyukai gebrakannya menutup judi yang sudah berurat akar itu. Juga, mengenai kemungkinan dia tak akan lama menjabat dan segera diganti karena dianggap terlalu berani memberantas togel. ''Soal lama nggak lama, feeling saya mengatakan, saya nggak akan lama (menjabat),'' ujar Chaerul Rasjid saat berdialog dengan jajaran manajemen dan Redaksi Suara Merdeka di Kantor Jl Raya Kaligawe Km 5, Rabu (11/8). Hadir dalam acara yang berlangsung hangat itu, antara lain, Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir H Budi Santoso, Direktur Suara Merdeka Group Kukrit Suryo Wicaksono MBA, Pemred Sasongko Tedjo SE MM, dan Pemred Wawasan Ir Sriyanto Saputro MM. Kapolda didampingi antara lain Direktur Intelpampol Kombes Ramly El Aries, Kabid Humas Kombes Imam YS, dan perwira di jajaran Polda Jateng. Lontaran lugas Chaerul itu diungkapkannya ketika menanggapi pertanyaan sejumlah peserta dialog, yang ''khawatir'' karier Chaerul sebagai kapolda tidak berumur panjang, justru karena ketegasannya yang selama ini ditunggu banyak pihak. Chaerul mengatakan, sejak togel ditutup, banyak orang yang kebakaran jenggot. Sejumlah orang yang merasa berkepentingan dalam bisnis haram itu segera melancarkan iming-iming materi, yang menurutnya berjumlah ''lumayan''. ''Saya sudah ditelepon kiri-kanan, mulai dari yang halus sampai yang kasar. ''Tolong pertimbangkan, tolong di-anev (analisis evaluasi) ulang. Istilah mereka itu enak-enak. Iming-iming jatah ya gedhe. Ini saya mau jujur saja. Tapi biarlah itu menjadi zakat fitrah, dan lari ke tempat lain,'' kata Chaerul. Selain itu, lanjut dia, ada pula yang menyampaikan ancaman, dan mengatakan akan melapor kepada pimpinan Polri untuk menggantinya. Saat menanggapi semua itu, mantan Kapolda Aceh tersebut menyatakan tak peduli. Sebab, apa yang dilakukannya merupakan perintah Kapolri. Chaerul juga menyatakan tak masalah bila diganti kapan saja. Humoris Meski terlihat tegas dan ceplas-ceplos ketika berbicara, Chaerul ternyata seorang yang humoris dan sering melemparkan joke-joke segar di sela-sela bicaranya. Itu yang menyebabkan pertemuan antara Kapolda dengan jajaran Suara Merdeka kemarin begitu gayeng. Tak heran, jika beberapa kali mantan gubernur Akpol tersebut membuat seluruh yang hadir tertawa lepas. Dalam membuat suasana lebih hidup, beberapa kali Chaerul melontarkan cerita yang berhubungan dengan apa yang dipaparkannya. Seperti halnya ketika memaparkan pemberantasan prostitusi, dia menyelipkan cerita yang sebenarnya dibuat-buat, namun justru membuat suasana lebih hangat dan tidak kaku. Menurut dia, pelacuran merupakan persoalan yang berat dan sudah ada sejak zaman Nabi. Di Jakarta, perawan-perawan dari desa dihargai Rp 7 juta -Rp 10 juta. Dia bahkan menganggap ciblek-ciblek tidak ada apa-apanya, karena hanya ada di permukaan. Justru yang ada di dalam lebih menyedihkan. ''Ibunya yang bawa, anaknya dijual Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.'' Di akhir dialog, kapolda menerima kenang-kenangan yang diserahkan Budi Santoso, berupa gambar karikatur karya kartunis Suara Merdeka Djoko Susilo. Karikatur menggambarkan upaya Irjen Chaerul Rasjid memberantas perjudian, yang diilustrasikan menebang sebuah "pohon togel" menggunakan kapak. Perihal Chaerul Rasjid, Budi Santoso--yang dipanggil Chaerul dengan panggilan akrab "mas"--mengatakan mereka telah saling kenal sejak lama. "Mas Budi ini sudah saya anggap seperti abang saya sendiri," ujar Chaerul. (G3,G7-58t) | ||||