logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Sering Dibandingkan dengan sang Ayah


Lee Kuan Yew dan Lee Hsien Loong - SM/afp

SINGAPURA - Lee Hsien Loong, putra Lee Kuan Yew - mantan PM sekaligus pendiri Singapura - resmi menjadi PM negara itu, Kamis ini. Namun, dia harus berjuang keras untuk lepas dari bayang-bayang ayahnya yang sangat berpengaruh.

Lee, yang memasuki dunia politik 20 tahun lalu, menjadi pemimpin ketiga Singapura. Dia menggantikan Goh Chok Tong dalam suksesi terencana rapi yang dimulai 14 tahun lalu, ketika Goh menjadi PM dan Lee wakilnya.

Lee Kuan Yew, lewat gaya kepemimpinannya yang keras dan kebijakan-kebijakan teknokratis, berhasil mengubah Singapura dari pelabuhan terbelakang menjadi pusat keuangan yang maju, hanya dalam satu generasi.

Dia bersikukuh, karier politik putranya yang melesat bagai meteor didasarkan pada prestasi, bukan nepotisme. Kendati demikian, Lee senior mengakui masyarakat suka membandingkan Lee yunior yang berusia 52 tahun dengan dirinya.

Meskipun telah berumur 80 tahun, Lee senior masih punya cengkeraman kuat di pemerintahan, sebagai "penasihat menteri". Itu merupakan jabatan ketiga paling berkuasa di kabinet.

"Perbandingan alami antara Lee Hsien Loong dan ayahnya pasti terjadi, dan orang akan melihat bagaimana kinerjanya dibandingkan dengan Lee Kuan Yew," kata Joseph Tan, pengamat ekonomi di Standard Chartered, sebuah bank investasi Inggris.

"Namun saya kira, perbandingan itu sangat tidak adil," katanya. "Bidang ekonomi, khususnya dinamika yang saling menarik di Asia pada suatu periode, kini mengalami perubahan cepat. Itu sangat berbeda dibandingkan saat Lee Kuan Yew berkuasa."

Lee senior melepaskan jabatan nomor dua di pemerintahan, yakni menteri senior, Selasa lalu. Jabatan menteri senior tersebut diserahkan kepada Goh (63), yang tetap disukai rakyat Singapura. Kehadirannya dapat membantu mengubah persepsi masyarakat tentang dominasi dinasti keluarga Lee di pemerintahan.

Lahir pada 1952, Lee yunior telah digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan Singapura selama lebih dari 10 tahun. Suatu konvensi demokrasi parlementer ala Inggris diselenggarakan, ketika Partai Aksi Rakyat yang telah lama berkuasa mendukungnya secara aklamasi tahun ini.

Dia diagnosis menderita kanker, dua tahun setelah pengangkatannya sebagai wakil PM (1990 lalu). Setelah penyakit itu disembuhkan, dia mendapat peranan tambahan sebagai menteri keuangan dan ketua bank sentral. Istri pertama Lee meninggal karena serangan jantung pada 1982, setelah melahirkan anak kedua. Dia menikah kembali tiga tahun kemudian, dan mendapat dua anak lagi.

Salah satu tantangan terbesar yang dia hadapi adalah meraih dukungan rakyat biasa Singapura, terutama untuk menjelaskan kebijakan penyesuaian ekonomi yang menyakitkan, ketika banyak modal lari ke China dan India. Tugasnya bertambah rumit, ketika tabungan nasional berkurang dalam 20 tahun mendatang. Sebab, empat juta penduduk Singapura akan beranjak tua dan angka kelahiran negara pulau itu sangat rendah.

Tingkat pengangguran saat ini, nyaris mencapai angka tertinggi dalam 17 tahun terakhir. Lee, yang tetap menjabat menteri keuangan, telah menunjukkan beberapa sifat keras seperti ayahnya. Dia mengingatkan Januari lalu, dia siap "menangkis atau bahkan menghancurkan" para penentang politik, agar pemerintah tidak "kehilangan otoritas moralnya".

Goh telah memberikan isyarat setahun lalu, ketika dia mengatakan Lee Hsien Loong harus belajar "untuk memperlihatkan kelembutannya". Sejak itu, koran-koran memuat kisah-kisah dan foto-foto yang menggambarkan sisi lembut Lee, termasuk perhatiannya pada cinta.

Juni lalu, dia naik ke panggung dalam suatu acara reuni sekolah. Dia menyanyikan sebuah lagu Simon and Garfunkel, bersama eks teman-teman sekolahnya. "Dia berusaha keras bersikap ramah. Namun saya tidak tahu apa arti pentingnya tindakan itu," kata Chua Beng Huat dari National University of Singapore, yang menulis beberapa buku tentang politik Singapura. "Dia sama sekali bukan ayahnya."

Bersama Lee tua, yang kini menjadi "penasihat menteri", keduanya menduduki dua jabatan pemerintahan paling berpengaruh di negara paling kaya di Asia Tenggara.

Ho Ching, istri Lee yunior, adalah direktur eksekutif Temasek Holdings, unit investasi pemerintah, yang punya saham di perusahaan-perusahaan makmur, seperti Singapore Airlines dan Singapore Telecommunications.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA