logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Yoyok pun Menangis

SEMARANG - Kecewa! Itulah yang dirasakan Manajer Tim PSIS Semarang Yoyok Sukawi. Bagaimana tidak? Pada pertandingan kandang Kompetisi Liga Indonesia (KLI) melawan Deltras Sidoarjo di Stadion Jatidiri Semarang, sore kemarin, PSIS kembali dipaksa main imbang 2-2. Padahal, anak-anak asuhan Herry Kiswanto itu sudah unggul 2-0 terlebih dahulu. Namun keunggulan itu gagal dipertahankan Agung Setyabudi dan kawan-kawan. Tak heran kalau Yoyok pun tak kuasa menahan kecewa dan menangis di ruang ganti seusai memberi arahan kepada para pemain.

"Saya menghargai perjuangan Anda di lapangan, namun saya sangat kecewa. Sebab, tak ada semangat bertanding yang tinggi," kata Yoyok pada saat memberi arahan kepada Agung Setyabudi cs.

Setelah itu, dia langsung menangis dan meninggalkan ruang ganti. Dua gol PSIS dicetak Roberto Kwateh pada menit ke-30 dan pemain baru Esaiah Pello Benson (36). Tim tamu membalas hasil bidikan Andi Sutrisno pada menit ke-59 dan Alejandro Braga (69).

Yoyok menilai kepercayaan diri para pemain sangat kurang. Meski sudah unggul 2-0, mereka bermain kurang tenang. Hal itu membuat kerja sama tim menjadi kacau. Tak ada kemauan diri yang kuat dari Laskar Mahesa Jenar untuk bangkit dan memenangkan pertandingan.

"Kalau latihan bagus dan penuh semangat. Namun mengapa pada saat pertandingan semangat it hilang?" ujarnya.

Hasil seri pada pertandingan kandang ini semakin membuat perjuangan PSIS sangat berat dalam melakoni KLI X. Bahkan, kalau pun empat sisa partai kandang disapu bersih, poin pasukan Herry Kiswanto hanya 43.

Jumlah poin itu dinilai Yoyok sangat rawan degradasi. Hal itu berdasarkan pengalaman kompetisi musim lalu. Karena itu, dia berharap para pemain lebih serius memperjuangkan timnya agar lolos dari zona degradasi. "Poin 43 ini sudah bukan main-main lagi, PSIS bisa berada di zona degradasi. Perlu keseriusan dari pemain dalam membela PSIS," ungkapnya.

Kekecewaan Yoyok tersebut sudah terlihat pada saat turun minum. Putra kedua Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip itu kurang puas dengan permainan Agung Setyabudi dkk. Sebab, semangat bertanding mereka sangat kurang, khususnya ketika masih unggul 2-0. Puncak kekecewaan itu terjadi pada akhir pertandingan. Yoyok akhirnya tak kuasa menahan kekecewaan yang mendalam. Dia yang pendiam pun menjadi berang dan menangis. (H13-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA