logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Widya Purnama Dirut Pertamina

JAKARTA - Dirut PT Indosat Tbk Widya Purnama diangkat sebagai Dirut PT Pertamina menggantikan Ariffi Nawawi. Penggantian pucuk pimpinan di BUMN tersebut terkesan mendadak, sebab yang bersangkutan hanya diberitahu Laks lewat pesan singkat (SMS).

Beberapa waktu lalu Meneg BUMN Laksamana Sukardi telah mengisyaratkan akan membenahi jajaran PT Pertamina.

Pelantikan Widya Purnama sebagai Dirut PT Pertamina tidak dilakukan sendiri oleh Laksamana, namun didelegasikan kepada Deputi Menneg BUMN Bidang Pertambangan dan Industri Strategis, Roes Aryawijaya. Pelantikan dan serah terima jabatan yang berlangsung di Kantor Meneg BUMN.

Widya Purnama mengaku mengetahui acara pelantikan itu baru Selasa (10/8) malam. "Saya menerima SMS dari bapak (Laks-Red) tadi malam. Karena itu saya datang Rabu pagi tanpa ada undangan. Hanya SMS saja," ujarnya.

Tidak jelas mengapa menteri kepercayaan Presiden Megawati Soekarnoputri itu tidak hadir. Karenanya tidak bisa dikorek keterangan lebih jauh soal penggantian jabatan Dirut dari Ariffi kepada Widya.

Pada awal Juli lalu Laks mengatakan, bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap manajemen Pertamina.

Menurut Laks, masalah Pertamina adalah masalah yang cukup rumit, antara lain pada masalah subsidi dan restrukturisasi yang membutuhkan manajemen yang kompak dan transparansi yang tinggi.

"Kalau memang ada masalah di bidang itu, dalam masa transisi ini pergantian direksi adalah hal yang wajar," ujar Laks ketika itu.

Dalam masalah penjualan tanker Pertamina misalnya, ia melihat adanya ketidakkompakan antardireksi.

"Kalau ada gejolak seperti itu seharusnya direksi kompak dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat," tambahnya.

Pengangkatan Widya sebagai Dirut Pertamina kemarin berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. Kep. 85/MBU/2004 tanggal 10 Agustus 2004. Jabatan anggota-anggota direksi, sesuai pasal 16 ayat 4 UU No. 19/2003 tentang BUMN, berlaku untuk masa waktu lima tahun.

Kepmen ini sekaligus memberhentikan manajemen lama yang terdiri atas Dirut Ariffi Nawasi, Direktur Hilir Bambang Nugroho, dan Direktur Pembangunan dan Sumber Daya Manusia, Epeng Ahmad Salam. Satu-satunya anggota direksi lama yang tidak diganti adalah, Direktur Keuangan Alfred Rohimone.

Selain Widya, Laks mengangkat anggota direksi baru lainnya, yakni Mustiko Saleh sebagai Wakil Direktur, Hari Kustoro sebagai Direktur Hulu, Suroso Atmo Martoyo, sebagai Direktur Pengolahan, Ari Sumarno sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga dan Supriyanto sebagai Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia.

Selain Widya, juga dilantik Mustiko Saleh sebagai Wakil Dirut Pertamina, Direktur Hulu Hari Kustoro, Direktur Pengolahan Suroso Atmomartoyo, Direktur Pemasaran dan Niaga Ari Sumarno, dan Direktur Umum dan SDM Suprianto. Sementara, Direktur Keuangan tetap dijabat Alfred.

Dengan demikian dalam struktur manajemen Pertamina terbaru terdapat jabatan baru yakni wakil dirut. Sedangkan jabatan Direktur Hilir kini dipecah menjadi Direktur Pemasaran dan Niaga, dan Direktur Pengolahan.

Memajukan Pertamina

Usai pelantikan kepada wartawan Widya menjelaskan setelah pelantikannya Kamis (12/8) ini ia akan mengajukan surat pengunduran diri sebagai Dirut Indosat.

"Sampai hari ini saya masih menjabat Dirut Indosat. Saya akan ke Bapepam untuk melaporkan pelantikan ini. Dan saya akan membuat surat pengunduran diri sebagai Dirut Indosat," katanya.

Ditanya apa langkah awalnya setelah duduk sebagai orang pertama di Pertamina Widya mengaku belum bisa menjelaskan. "Saya belum bisa mengatakan sekarang. Tetapi yang jelas saya akan memajukan Pertamina," katanya singkat.

Direksi baru diharapkan segera melakukan cek ke dalam untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai jadwal yang ditentukan, yang mungkin belum diselesaikan Direksi lama, mengatasi pendistribusian BBM dan mengatasi likuiditas BUMN tersebut.

Ketika dikonfirmasi adanya isu yang menyebut bahwa masuknya dia ke Pertamina untuk memuluskan masuknya perusahaan Singapura Temasek ke tubuh Pertamina, Widya menampik tuduhan itu. Ia bahkan dengan nada tinggi menyatakan akan meyikat orang-orang yang menuduhnya seperti itu. "Saya sangat tidak suka dengan pertanyaan ini. Kalau ada yang menduga-duga dan menyatakan hal itu dan menuduh saya seperti itu, akan saya sikat habis," tegasnya.

Dia melanjutkan, tuduhan itu tidak benar dan sangat menyesatkan. "Tulis besar-besar. Saya akan memajukan Pertamina. Pertamina akan menjadi kejayaan bangsa Indonesia," imbuhnya. (A20-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA