| Kamis, 12 Agustus 2004 | NASIONAL |
Petani Demo Bakar Tembakau
TEMANGGUNG- Ratusan petani tembakau Rabu kemarin menggelar aksi demo dengan membakar tembakau di jalan raya depan kantor Camat Kledung, Temanggung. Akibatnya, jalur lalu lintas Parakan (Temanggung) - Wonosobo seharian lumpuh total. Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 itu dipicu oleh sikap pabrikan yang mengulur-ulur pembelian tembakau milik petani. Karena itu para petani pun lalu membawa puluhan keranjang tembakau rajangan serta peralatan rajang, seperti rigen (tempat jemuran) serta ban bekas. Mereka ramai-ramai membakar barang-barang tersebut di jalan raya depan kantor Camat Kledung. Para pegawai kecamatan yang melihat hiruk-pikuk aksi mereka banyak yang ketakutan dan keluar kantor. Semua kendaraan yang datang dari Wonosobo maupun Temanggung tidak bisa melintas. Para penumpang bus dan kendaraan angkutan umum terpaksa turun di sekitar lokasi unjuk rasa. Untuk melanjutkan perjalanan, mereka harus pindah kendaraan yang sudah menunggu di seberang lokasi. Selama aksi berlangsung, tidak ada kendaraan yang bisa lewat termasuk sepeda motor. Sekitar pukul 10.00 Wakil Bupati HM Irfan tiba di lokasi untuk berdialog dengan pengunjuk rasa. Namun mereka menolak karena ingin bertemu langsung dengan Bupati T Ary Prabowo. Sebelum bertemu Bupati, mereka bertekad akan melakukan aksi pembakaran tembakau di tengah jalan. Sekitar pukul 15.30 Bupati baru tiba di lokasi karena sejak pagi berada di luar kota. Dialog antara bupati dan wakil pengunjuk rasa berlangsung di kantor Camat Kledung. Saat dialog berlangsung, ratusan massa di depan kantor berteriak-teriak hingga menimbulkan suasana panas. Dalam dialog itu pada intinya para petani menuntut pabrikan segera melakukan pembelian sebagaimana biasanya. Sebab petani menilai, pada panen kali ini pabrikan mengulur-ulur waktu hingga menginjak minggu pertama Agustus. Selain itu, petani juga meminta Pemkab mengkaji lagi keputusan menarik retribusi terhadap petani yang membawa daun dari luar daerah. Sebab ada beberapa daerah yang masuk sebagai "tembakau temanggungan", tetapi tetap dikenai retribusi. " Misalnya dari Grabag (Magelang), Muntilan, serta Wonosobo, kan masih termasuk tembakau temanggungan sehingga seharusnya bebas retribusi. Adapun tembakau luar daerah di antaranya Semarangan, Jatim, serta Jabar," kata wakil pengunjuk rasa. Terhadap tuntutan itu, Bupati menyatakan sudah meminta semua grader (perwakilan pabrikan) untuk melakukan pembelian. Semua tembakau baik yang berkualitas maupun yang kurang mutunya harus dibeli. Tentang penarikan retribusi terhadap kendaraan pengangkut daun yang masuk ke Temanggung, Bupati menyatakan hal itu keputusan berdasarkan usulan wakil petani dengan Dewan. Jika akan ditinjau ulang bisa dilakukan, atau kalau petani terpaksa minta dibatalkan akan dilakukan. Akhirnya, petani meminta Bupati mendatangi pabrikan untuk membicarakan masalah tersebut. Dia bersama beberapa petani menuju tempat pembelian sekitar pukul 17.30. Pada saat itu jalur Temanggung-Wonosobo masih diblokir pengunjuk rasa.(nt-33i) | ||||