| Kamis, 12 Agustus 2004 | SEMARANG |
RSUD Salatiga Tingkatkan StatusSALATIGA- Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga akan meningkatkan statusnya dari tipe kelas C menjadi B. Hal itu sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Salatiga dan sekitarnya. Perubahan status itu didasarkan pada pemenuhan jumlah kamar perawatan, fasilitas peralatan, dan tenaga medis yang dimiliki. ''Semua persyaratan untuk perubahan status sudah terpenuhi, termasuk dengan masalah peningkatan pelayanan. Diharapkan, paling lambat 2006 perubahan status itu dapat terealisasi, sehingga kinerjanya akan lebih optimal,'' tutur Ketua Badan Pengelola RSUD Salatiga, dr Kuntjoro Adi Purjanto MKes, Rabu (11/8). Upaya perubahan status RSUD Salatiga itu dilakukan menyusul akan diresmikannya ruang perawatan paviliun, ICU, pemulasaraan jenazah, dan incenerator oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto dan Wali Kota H Totok Mintarto, Jumat besok (13/8). Sebelumnya, kata dia, RSUD Salatiga memiliki 133 bangsal perawatan dan 17 ruang perawatan VIP. Dengan diresmikannya ruang perawatan paviliun -akan dinamakan Paviliun Wijayakusuma- tersebut, ada tambahan 57 ruang VIP. Ketika disinggung mengapa harus memberi batas waktu hingga 2006, Kuntjoro mengungkapkan, persyaratan administrasilah yang membuat perubahan status memakan waktu lama. ''Namun yang jelas, pelayanan dan fasilitas yang dimiliki rumah sakit sudah setingkat kelas B,'' ujar dia. Selain itu, papar dia, rumah sakit juga akan menyiapkan tenaga dokter spesialis tambahan guna memenuhi standar kelas B, seperti spesialis jantung dan bedah tulang. Sementara itu peningkatan kualitas pelayanan, akan dilakukan secara bertahap. ''Kami sudah mengursuskan sejumlah staf untuk belajar memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pasien.'' Terlengkap Kuntjoro mengungkapkan, Paviliun Wijayakusuma yang akan diresmikan itu merupakan salah satu ruang perawatan terlengkap. Sejumlah fasilitas yang jarang dimiliki RS lainnya, ada di tempat tersebut. Pembangunan gedung tersebut bernilai Rp 9 miliar, dengan menggunakan dana dua tahun anggaran, 2002 dan 2003. Adapun untuk kelengkapan fasilitas di dalamnya, dibutuhkan Rp 11 miliar. Selain sebagai ruang perawatan, gedung tersebut juga memiliki ruang pertemuan dan ruang kerja para staf rumah sakit. Dioperasikannya Paviliun Wijayakusuma tersebut, lanjut Kuntjoro, bentuk subsidi pembiayaan RS dapat diterapkan kepada pasien. ''Artinya, pasien pengguna ruang VIP yang mampu akan menyubsidi pasien yang tak mampu di ruang kelas lainnya. Sebelumnya, bentuk subsidi semacam itu belum bisa dilakukan di RSUD Salatiga,'' jelasnya. (H2-91a) |