logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Rekanan Pemkot Salatiga Unjuk Rasa

  • Dipicu Penguasaan Proyek oleh Rekanan Tertentu

SALATIGA-Aksi demo menolak rekanan dari luar Kota Salatiga yang dilakukan sekitar 60 orang, mewarnai kegiatan penjelasan proses lelang (aanwijzing) sebanyak 26 proyek Pemkot, belum lama ini. Alasan penolakan itu, karena selama ini para rekanan dari Salatiga tak pernah ''mengganggu'' proyek-proyek pemerintah di kota lain.

Selain itu, kata Ketua Gapeknas, Petrus Yustinus Parito, aksi tersebut juga untuk memprotes seorang ''bos'' beberapa rekanan tertentu dari Salatiga yang selama ini sering ndlosori harga penawaran.

Akibatnya, penawaran sang "bos" itu sering memenangi lelang.Dengan begitu, ''bos'' tersebut cenderung menguasai proyek-proyek di lingkungan Pemkot.

"Sebagai langkah awal, kami melakukan demo dengan cara yang santun. Namun, bila dia tetap tak mau tahu diri, kami akan demo dengan cara lain,'' kata Parito, tanpa menjelaskan demo cara lainnya tersebut, serta tak mau menyebutkan identitas ''bos'' rekanan tertentu itu.

Buruh Proyek

Aksi tersebut, selain dilakukan rekanan Salatiga, juga dilakukan oleh beberapa bas borong dan buruh proyek. Mengingat dilakukan secara santun, aksi itu tak sampai mengganggu kegiatan aanwizjing.

Para peserta aksi memasang pita merah di lengan kirinya, untuk membedakan dengan rekanan dari luar kota dan rekanan yang sering ndlosori harga penawaran.

Meskipun dalam Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah membolehkan semua rekanan ikut dalam proses tender di mana pun, para pendemo khawatir kehilangan sumber mata pencariannya.

Jumlah rekanan asal Kota Salatiga yang hadir dalam penjelasan lelang 26 proyek tersebut 60 orang, sedangkan rekanan dari luar diperkirakan sebanyak 30 orang.(H2, A2-91a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA