| Kamis, 12 Agustus 2004 | SEMARANG |
Ngaku Kapolres Minta Sumbangan PejabatKENDAL- Beberapa pejabat di Kabupaten Kendal sejak beberapa waktu ini dibuat resah. Sebab, seseorang yang mengaku-aku sebagai Kapolres Kendal AKBP Drs H Achmad Syukrani selalu menhubungi mereka lewat ponsel untuk meminta sumbangan. ''Orang yang mengaku Kapolres Kendal itu meminta sumbangan uang tunai. Besarnya puluhan juta rupiah,'' kata Manajer PT PLN unit pelayanan jaringan (UPJ) Kendal, Sumardjiyono, salah satu calon korban. Dia mengaku dihubungi seseorang yang mengaku-aku sebagai Kapolres Kendal melalui ponselnya. ''Kali pertama orang itu meminta Rp 15 juta. Katanya untuk keperluan tertentu. Saat itu saya sudah merasa curiga. Lantaran suara dan nada bicaranya tidak mirip Pak Syukrani. Saya mengenal suara dan nada bicaranya, walau baru beberapa kali bertemu.'' Sumardjiyono kemudian menyanggupi akan menyerahkan uang ke ruang kerja Kapolres. Ternyata Kapolres palsu itu menolak dan meminta agar uang dikirimkan ke rekening di Bank BNI Jakarta yang dia tunjukkan. ''Hingga saat ini saya tak meluluskan permintaannya itu,'' jelasnya. Akan Dilacak Sumardjiyono menjelaskan sudah dihubungi oknum yang mengaku kapolres lima kali. Meski nomor ponsel yang digunakan berbeda, dia dapat yakin orang yang menghubunginya adalah orang yang sama. Besaran uang yang diminta beragam, antara Rp 5 juta dan Rp 15 juta. Adapun nomor ponsel yang digunakan pelaku, antara lain yaitu, 08159248909, 0816920316, dan 081314466567. Suara Merdeka yang mencoba menghubungi salah satu nomor tersebut juga dibuat terkejut. Sebab, pengguna nomor itu dengan nada bicara mantap, selain mengaku sebagai kapolres juga mengakui niatnya meminta sumbangan. Namun, si pemilik telepon tampaknya tidak bisa menjawab beberapa data pribadi kapolres. Misalnya, berasal dari daerah mana dan berapa jumlah anaknya. Kapolres Kendal AKBP Drs H Ahmad Syukrani saat diminta konfimasi sehubungan dengan hal tersebut mengatakan, sejauh ini dia sudah sangat sering mendapatkan laporan tentang oknum yang berdalih meminta sumbangan dengan mencatut namanya. ''Masyarakat harus bersikap waspada terhadap modus penipuan model ini. Seluruh nomor telepon yang digunakan untuk modus penipuan model itu dikirimkan ke Mapolda Jateng untuk dilakukan pelacakan. Saat ini Polda sudah memiliki alat pelacak nomor ponsel,'' tandasnya. (G15-84i) |