| Kamis, 12 Agustus 2004 | SEMARANG |
Dikeroyok, Dua Pemuda Babak BelurSALATIGA - Dua pemuda, Sri Widodo (30), warga Mukiran, Kaliwungu, Kabupaten Semarang dan Putut Bayu Prakoso (23), warga Nanggulan, Salatiga, Senin petang ( 9/8) dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di depan Balai Dukuh Nanggungan Salatiga. Pengeroyokan itu diduga buntut ulah salah seorang korban yang terlibat dalam kecelakaan sepeda motor dengan seorang warga Nanggulan. Aksi itu bermula ketika Sri Widodo mengendarai sepeda motor di daerah Nanggulan. Ketika sampai di dekat Balai Dukuh Nanggulan, tiba-tiba dari arah belakang dia ditabrak oleh motor yang dikendarai Yono (27), warga Nanggulan. Dalam tabrakan itu Widodo dan Yono sempat bersitegang. Namun, akhirnya masalah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan di Balai Dukuh Nanggulan. Ketika persoalan itu telah selesai, tiba-tiba datang sekelompok warga lalu menghajar Sri Widodo. Yono pun mendadak ikut-ikutan menghajar korban. Padahal, sebelumnya dia sudah bersepakat damai. Karena dikeroyok, Sri Widodo berteriak minta tolong. Mendengar teriakan korban, seorang warga bernama Putut Bayu Prakoso (23), warga Nanggulan bermaksud melerainya. Namun, Putut justru ikut dihajar oleh teman Yono. Putut tidak menerima kejadian itu. Bersama Sri Widodo, Putut melapor ke Mapolres Salatiga. Kasat Reskrim AKP Bambang Sutanto mengakui adanya peristiwa pengeroyokan itu. Petugasnya masih mengusut kasus tersebut. (H2-91e) |