logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Barongsai Hiasi Estafet Tunas Kelapa

SEMARANG- Kirab Estafet Tunas Kelapa (ETK) ke-27 dalam rangka menyemarakkan hari Pramuka ke-43 di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kota Semarang, Rabu (11/8) berlangsung meriah.

Masyarakat dan pelajar tampak antusias menyaksikan pawai akbar yang melibatkan sejumlah kwartir ranting (kwaran) di Kota ATLAS secara estafet.

Tidak hanya pawai, namun masyarakat juga disuguhi atraksi kesenian berupa barongsai dan drum band pelajar.

Untuk menyambut peserta kirab, para pelajar berseragam pramuka tampak memadati setiap ruas jalan protokol yang dilalui rombongan dari masing-masing kwaran.

Kirab yang dilakukan Kwaran Semarang Tengah yang melintas di Simpanglima itu menyita perhatian masyarakat.

Setelah menerima tunas kelapa estafet dari Kwaran Gajah Mungkur sebanyak 61 pasukan inti menunaikan tugas menuju etape selanjutnya.

Menurut Surya, Andalan Humas Kwarcab Semarang ada 8 etape yang harus ditempuh sejumlah kwartir Semarang.

"Start kirab dimulai dari Mijen, lalu Dawung Kedung Pane, Kantor Depag Manyaran, Kedung Batu, dan selanjutnya di Rimba Graha merupakan etape kelima," jelasnya.

Berakhir di Kudus

Lebih lanjut, menurut dia, kirab dilanjutkan ke RS Bhayangkara Jl Majapahit kemudian dilanjutkan ke depan Kecamatan Pedurungan dan berakhir di pintu masuk Plamongan Indah.

Menurut Surya di Plamongan peserta kirab dari Demak telah siap melanjutkan kirab. Kirab akan berakhir di Kudus.

Puncak acara peringatan Hari Pramuka yang jatuh 14 Agustus akan berlangsung di Bumi Perkemahan Abiyoso, Desa Gebog, Kecamatan Menawan, Kabupaten Kudus.

Sekitar pukul 13.00 rombongan kirab dari Kwaran Kecamatan Gajah Mungkur tiba di Rimba Graha Jl Pahlawan. Kwaran Kecamatan Semarang Tengah bersiap melanjutkan kirab dengan menerima tunas kelapa estafet.

Kamabiran (Ketua Majelis Pembimbing Ranting) Kecamatan Semarang Tengah, Isdi Yanto mengatakan terdapat 61 anggota pramuka yang melakukan kirab. Formasi susunan pasukan inti berjumlah 61 tersebut menurutnya sesuai tahun kelahiran gerakan Pramuka yakni 196.

Kirab tersebut dihiasi atraksi menarik barongsai dari Club ETDT Semarang dan 2 kelompok drum band masing-masing dari SDN Taman Pekunden dan SD Nusa Patra Semarang.

Di setiap etape dilakukan serah terima simbolis berupa tunas kelapa dari masing-masing Kamabiran.

Dalam serah terima tersebut dibacakan pidato dari Gubernur yang disampaikan oleh Kamabiran penerima. Dalam sambutan itu disebutkan bahwa ada beberapa filosofi yang menjadi ruh kegiatan tersebut.

Filosofi itu di antaranya melatih fisik dan mental, meningkatkan semangat patriotisme dan rasa cinta tanah air, menjalankan kebersamaan dan kekompakan serta kedisiplinan. (rny-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA