logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Kampus Tak Layak, Siswa SMK Unjuk Rasa

GAYAMSARI-Puluhan siswa SMK Pelayaran Jalan Beruang Raya, Gayamsari, melakukan aksi unjuk rasa di halaman sekolah mereka, Selasa (10/8). Mereka mengeluh lantaran kondisi sekolahan yang dinilainya tak layak lagi. Selain itu, mereka menuntut Kepala SMK Kamat Suwignyo, mundur dari jabatannya karena dinilai arogan dan tidak pernah menepati janji.

Aksi siswa sekolah pelayaran ahli neutika tingkat IV (ANT IV) itu dimulai sekitar pukul 08.30. Awalnya, mereka menolak mengikuti pelajaran di kelas. Mereka, memilih duduk-duduk di depan ruang kelas.

Ketika melihat sejumlah temannya mengeluarkan spanduk dan poster, mereka yang duduk-duduk langsung berdemo hingga menyebabkan situasi gaduh. Karena situasi gaduh, sejumlah guru mengurungkan diri mengajar.

Poster dan spanduk itu ditempelkan ke beberapa bangunan gedung dan pagar sekolahan. Salah satu bertulisan ''Kami Meminta Pindah ke Gedung Baru Awal Desember 2004''.

Setelah menunggu sekitar dua jam, delapan perwakilan siswa diterima Sekretaris Yayasan Suwiyadi di ruang kepala sekolah. Ketua Yayasan Teguh Purnomo dan Kamat Suwignyo berhalangan hadir.

Puncak Kekecewaan

Siswa bernama Evendi (19) mengatakan, aksi unjuk rasa merupakan puncak kekecewaan seluruh siswa. Pasalnya, janji-janji yang dulu dilontarkan Kamat Suwigyo, hingga kini tak kunjung terwujud.

''Dia (kasek-Red), menjanjikan kepada siswa kelas 1 bila naik ke kelas dua, akan pindah ke gedung baru. Ternyata sampai sekarang, janji itu tidak terwujud. Karena itu, kami meminta agar janji yayasan memindahkan kegiatan belajar mengajar ke gedung baru. Mulai Desember 2004 harus benar-benar terwujud,'' katanya.

Alasannya, tambah siswa kelas III itu, kondisi fisik gedung kampus lama sudah sangat tidak layak. Selain terlihat usang, juga banyak genteng bocor dan plafon rusak. Bila turun hujan, selalu bocor. Kondisi tersebut membuat konsentrasi belajar siswa terganggu. ''Perasaan kecewa itu sudah lama kami pendam. Masak, ketika sedang konsentrasi belajar tiba-tiba turun hujan. Karena kebocoran, kami selalu berpindah-pindah mencari bangku lain,'' ujarnya.

Mengenai tuntutan agar Kamat Suwignyo mundur, kata Evendi, hal itu disebabkan kasek sering berbohong. Selain itu, Kamat dinilai beberapa kali berlaku arogan. Misalnya, soal pembubaran kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) yang sebelum waktunya usai.

''Kami mulanya dipercaya menyusun konsep kegiatan MOS untuk 10 hari. Tetapi baru sampai hari ke tujuh, acara itu dibubarkan oleh kepala sekolah sendiri. Karena itu kami menuntut agar mundur dari jabatannya,'' harapnya.

Menanggapi hal itu, Suwiyadi mengatakan, pihak yayasan telah berupaya merealisasikan pembangunan kampus baru di kawasan Sampangan. Pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) masih dalam proses.

''Kami harus meminta izin lingkungan. Sampai saat ini, masih dalam proses tawar menawar dengan masyarakat sekitar. Yayasan diminta warga sekitarnya untuk memberikan kompensasi membuat jalan dengan lebar 5 m, sedangkan kemampuan yayasan hanya 3 m,'' ujarnya.

Mengenai tuntutan mundur Kasek, Suwiyadi, menyatakan akan mempertimbangkannya. Hal itu, perlu dibicarakan dengan pihak pengurus lain. (G5-91)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA