| Kamis, 12 Agustus 2004 | SEMARANG |
Pelebaran Jalan Wilis Lama DiusulkanSEMARANG- Meski akses menuju lahan milik Pemkot seluas enam hektare di belakang Taman Ria kini ditutup oleh keberadaan taman hiburan, Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE menyatakan hal tersebut bukan kesalahan perencanaan pembangunan. Adapun pelebaran Jalan Wilis untuk mempermudah akses ke lahan itu dari sisi selatan sudah lama diusulkan oleh warga setempat. Demikian ditegaskan oleh Wali Kota, Rabu (11/8), seusai pemberian pengarahan kepada 600 kepala sekolah dasar di Kota Semarang. Pengarahan terhadap para kepala sekolah itu dihadiri juga pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional dan Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. Sukawi menjelaskan, PT SMART selaku investor pembangunan Taman Ria memang memaksimalkan lahan seluas tiga hektare guna pembangunan sarana hiburan itu. ''Dari lahan keseluruhan sembilan hektare milik Pemkot di sana, tiga hektare di antaranya untuk pembangunan tempat hiburan tersebut. Dan, PT SMART memaksimalkan lahan tersebut,'' kata dia. Sebagai akses menuju lahan yang belum dimanfaatkan tersebut, akan dibuat pintu pada pagar bagian selatan kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Upaya penyelamatan aset tanah Pemkot agar dikembangkan, menurut Sukawi, dapat dilakukan dengan pelebaran Jalan Wilis. Ini akan menjadi prioritas utama. ''Memang jalan itu kondisinya naik turun, tapi itu tidak menjadi hambatan pelebarannya,'' jelas dia. Kepala Kantor Infokom Drs Masrohan Bahri mengakui, usulan pelebaran jalan itu sebenarnya sudah lama disampaikan warga setempat. Yakni, oleh KIM Kecamatan Candisari saat Wali Kota melakukan jalan sehat pada akhir tahun lalu. (G17-73i) |