logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Pembangunan Tower Belum Taati Aturan IMB

BALAI KOTA- Meski belum menerima laporan rinci mengenai pelanggaran izin mendirikan bangunan (IMB) atas pendirian tower milik PT Exelcomindo Pratama, Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Ir Tata Pradana menyatakan, tindakan penyegelan dilakukan karena ada pelanggaran dalam pendiriannya.

''Saya memang belum mengecek pelanggaran apa saja yang dilakukan oleh perusahaan itu,'' kata dia, Rabu (11/8).

Dikatakan, tower tersebut dapat saja dinilai melanggar IMB karena memang belum memiliki perizinan. Kalaupun sudah memiliki IMB, tetapi kalau pelaksanaan pembangunan melanggar garis sempadan bangunan, maka wajib dihentikan pembangunannya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sampai kapan bangunan tersebut dapat diizinkan berdiri, tergantung pemilik bangunan itu sanggup menaati aturan IMB atau tidak. Misalnya, kalau bangunan itu didirikan dengan tidak melanggar garis sempadan. Karena itu, apabila pemiliknya sudah membongkar bangunan yang melanggar sempadan itu, penyegelan bisa selesai.

Tata menambahkan, sebelumnya DTKP juga telah menyegel tower milik penyedia jasa telekomunikasi yang dibangun di Kelurahan Bangetayu dan Jl Indraprasta. Sampai sekarang statusnya masih disegel, karena pemiliknya belum melengkapi dengan persyaratan IMB.

Sementara itu, ketika dihubungi terpisah, Pimpinan PT Exelcomindo Pratama, Hidayat tidak berada di Semarang. Salah satu stafnya mengatakan sudah dua hari ini dia berada di Jakarta.

Pemborong pembangunan tower itu, PT Dawamiba, ketika dimintai konfirmasi berjanji baru akan memberi keterangan hari ini, karena pimpinan perusahaan tersebut juga sedang berada di Jakarta.

Sementara menyinggung target perolehan pendapatan dari IMB, Tata Pradana menyatakan, sampai Juli ini, target yang ditentukan di dalam APBD 2004 sudah dipenuhi.

Selama tahun ini, pendapatan dari pengurusan IMB termasuk pemutihan sebesar Rp 4,06 miliar. Akan tetapi, meski baru sampai Juli, pendapatannya sudah mencapai Rp 4,33 miliar.

''Jadi, target kami sudah terpenuhi,'' tuturnya.(G17,nrs-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA