| Kamis, 12 Agustus 2004 | SEMARANG |
Nenek Tewas DibunuhSEMARANG UTARA-Ngatiyem (75), warga Jalan Layur 58 RT 7 RW 3, Kelurahan Dadapsari, ditemukan tewas di dalam rumahnya, Rabu (11/8) pagi. Saat ditemukan warga, pada kepala samping kanan dan belakang berdarah, karena terdapat sejumlah luka bacokan. Korban diduga dibunuh dengan motif ekonomi. Saat ditemukan warga sekitar, korban tewas dalam posisi terbaring miring ke kiri. Pada kepala bagian bekalang terdapat dua luka bacokan dan samping kanan tiga luka bacokan senjata tajam. Saat itu, luka pada kepala korban masih mengeluarkan darah. Adapun sejumlah perhiasan emas yang terdiri atas cincin dan giwang yang dikenakan raib. Sejumlah uang hasil kerja korban sebagai pemulung juga tidak lagi ditemukan di dalam rumah korban. Mayat korban kemudian dilarikan ke kamar mayat RSUP Kariadi untuk dimintakan visum. Belum jelas, identitas pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas tersebut. Menurut sejumlah saksi di lokasi kejadian, ditemukannya korban bermula ketika Nurwanto (24), warga Kampung Lengkong Kambing 69, hendak buang air besar di rawa-rawa, pukul 07.15. Adapun lokasi rawa berada di belakang gudang. Korban sudah lebih kurang 50 tahun menempati sebagian ruang dari gudang yang tak terpakai itu untuk tempat tinggal. Pinjam Korek Sebelum membuang hajat, Nurwanto terlebih dahulu hendak meminjam korek api kepada korban. Korek api itu rencananya untuk menyulut rokok sebagai teman saat buang air besar. ''Saya kemudian mendatangi rumah korban dan memanggil-manggil Mbah Yem (Ngatiyem-red), beberapa kali. Tetapi lama saya panggil, ternyata tidak ada jawaban dari dalam rumah,'' katanya. Dia kemudian berniat mencari korban ke dalam rumah korban. Dia merasa curiga, karena saat itu melihat gerendel kunci rumah korban sudah dalam keadaan terbuka. Begitu melongok dari balik pintu, dilihatnya korban terbujur miring di bawah tempat tidur. ''Saya sempat berusaha membangunkan dia kalau-kalau masih tertidur. Saya goyang-goyangkan pahanya, ternyata tidak terbangun. Karena takut, saya menghubungi teman saya, Suwardi (25), yang berada tak jauh dari lokasi kejadian,'' katanya. Pesan Terakhir Seorang warga lain mengatakan, korban yang hidup sebatang kara itu sempat ditawari tetangganya tinggal bersama, Selasa malam. Namun tawaran itu ditolak korban sembari mengatakan kalau perasaannya sedang tidak enak. Beberapa menit kemudian, aparat Polsek Semarang Utara, Polres Semarang Timur dan Polwiltabes Semarang datang ke lokasi kejadian. Setelah melakukan olah tempat kejadian, polisi mengevakuasi korban ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi. Polisi kemudian memasang pita policeline di tempat kejadian. Kapolres Semarang Timur AKBP Drs Juhartana MSi didampingi Waka Polsek Semarang Utara Iptu Suwarno HS menduga, tewasnya wanita renta itu, karena dibunuh. Hal itu terlihat dari hasil visum sementara, yang menunjukkan pada kepala korban terdapat luka bacokan. ''Kami masih menyelidiki tewasnya wanita itu,'' katanya.(G5-64) |