| Rabu, 11 Agustus 2004 | SALA |
Pedagang Oprokan DitertibkanSUKOHARJO- Keluhan warga tentang kesemrawutan Pasar Sukoharjo direspons positif oleh Dinas Pengelolaan Kekayaan Daerah (DPKD). Mereka mengadakan operasi penertiban terhadap para pedagang oprokan di depan dan di sebelah utara pasar. Uniknya, penertiban dilakukan pada pukul 01.00 dini hari, kemarin. Tim yang terdiri atas Satpol Pamong Praja (PP) dan DPKD melakukan penertiban terhadap para pedagang oprokan di depan pasar. Para pedagang sayur-mayur tersebut diminta memindahkan dagangan ke depan emper pertokoan pasar. Kepala DPKD Drs DT Siswadi mengatakan, penertiban sengaja dilakukan dini hari sesuai dengan kegiatan para pedagang. Biasanya pedagang mulai beraktivitas pada pukul 01.00 hingga pukul 07.30. Kegiatan para pemasok sayuran dari Tawangmangu tersebut dilakukan di pinggir jalan depan pasar. Otomatis lalu lintas terganggu, saat mulai ramai pada pagi hari. Pasalnya, ruas jalan menyempit karena untuk menggelar dagangan. Sesuai kesepakatan, lanjut dia, pedagang diizinkan menggelar dagangan di emper toko depan pasar. Sejumlah pedagang pemasok semula keberatan pindah. Alasannya, mereka berdagang dini hari sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. ''Biasanya kami sudah selesai berjualan sebelum pukul 06.00. Dan yang menggelar dagangan hingga pagi hari saat lalu lintas telah ramai itu pedagang pasar. Meskipun demikian, kami tetap mematuhi petugas. Yang penting bisa tetap berjualan di sini,'' ujar para pedagang. Oprokan Bukan hanya pedagang pemasok yang ditertibkan. Tim terpadu juga menertibkan para pedagang oprokan yang mangkal di bawah gapura utara pasar. Petugas melakukan pendekatan simpatik kepada para pedagang. Selanjutnya, mereka diberi tempat baru di Pasar Carikan yang berjarak satu kilometer dari Pasar Sukoharjo. ''Ini kami lakukan sekaligus untuk memberdayakan Pasar Carikan,'' imbuh Siswadi. Untuk mengantisipasi agar lokasi tersebut tidak digunakan pedagang baru, pihaknya memantau secara intensif. Pedagang yang ingin menggelar dagangan di sana langsung ditegur. Pemantauan juga melibatkan secara aktif Himpunan Pedagang Pasar Sukoharjo (HPPS). Pembatas jalan yang biasanya digunakan untuk menggelar dagangan dibongkar. ''Pembatas kami bongkar agar tidak digunakan pedagang untuk menggelar dagangan,'' tegasnya. (G10-49r) |