| Rabu, 11 Agustus 2004 | SALA |
Sedan Pribadi PB XII Dipamerkan di PRSALUN ALUN LOR- Mobil sedan pribadi almarhum SISKS Paku Buwono XII, adalah prioritas di antara sejumlah koleksi keraton yang akan dipamerkan di arena Pekan Raya Solo (PRS), 14 Agustus - 5 September di alun-alun. Kendaraan itu pernah diberikan kepada salah seorang putranya, GPH Puger, tetapi ditolak dan hanya disanggupi untuk merawatnya sebagai aset berharga Keraton Surakarta. "Betul, almarhum Sinuhun (SISKS Paku Buwono XII-Red) pernah ngendika (menyatakan-Red) memberikan mobil itu kepada saya. Tetapi saya tidak mau, karena barang itu berharga dan bersejarah. Saya matur (menjawab-Red) kepada beliau, kalau hanya merawat saya sendika (bersedia-Red)," tutur GPH Puger, melukiskan kenangannya dengan almarhum mengenai mobil pribadi koleksi keraton itu, kepada Suara Merdeka, kemarin. Siang kemarin, dia menunggui sejumlah pekerja bengkel spesialis mobil kuno, sedang mereparasi sedan Chrysler 3.500 cc itu di garasi samping teras Kori Kamandungan. Kalau sudah dibersihkan dan bisa dihidupkan mesinnya, akan dikendarai menuju arena PRS di alun-alun. Lebih lanjut putra dalem yang akrab disapa Gusti Puger itu menyebutkan, mobil sekelas limosin yang masih laik jalan itu, begitu dijadikan kendaraan dinas pribadi Sinuhun, mendapat identitas nomor polisi AD-20. Dia yang pernah mengendarai keliling lingkar Baluwarti menyebutkan, sedan bermesin 6 silinder itu menghabiskan bahan bakar 1 liter hanya untuk 5-6 km. "Mobil ini sekelas limosin dan dibuat di AS. Sekarang pabriknya berganti nama dengan Lamborgini. Tapi borosnya minta ampun. Karena seliter (bensin) hanya untuk 5 atau 6 kilometer. Saya pernah mencoba beberapa kali keliling Baluwarti," ujar Pengageng Sana Pustaka atau kepala perpustakaan keraton itu. Bibir Mer Salah satu koleksi keraton ini, menurut manajer operasional penyelenggaran PRS, Daryono, merupakan target utama untuk menghadirkan nuansa keraton di arena pekan raya. Dengan 4 kavling ukuran besar, keraton diharapkan bisa tampil mengisi stan pameran, termasuk aset-aset lain yang nonfisik, seperti repertoar tari, foto-foto kenangan Sinuhun, dan sebagainya. Menanggapi itu, KP Edy Wirabhumi di tempat terpisah menyambut baik kegiatan yang akan dibuka Sabtu, 14 Agustus itu. Dia juga setuju, dalam pameran itu disertakan koleksi nonfisik, misalnya repertoar seni tari khas keraton, foto-foto kenangan, dan sebagainya. "Saya setuju itu. Mudah-mudahan Gusti Moeng (GRAy Koes Moertiyah-Red) bisa membantu menyiapkan. Masalahnya, istri saya itu sibuk sekali berkaitan dengan tugas-tugasnya menyiapkan perlengkapan penobatan raja 10 September," jelas salah seorang panitia penobatan KGPH Hangabehi sebagai SISKS Paku Buwono XIII itu. Mengenai materi sajian PRS, Daryono juga menyebutkan, selain beberapa sajian menarik yang bernilai edukasi seperti koleksi keraton, ada sajian lain yang bersifat menghibur. Misalnya, hadirnya para tokoh pendukung film "Bibir Mer", seperti Tamara Bleszinski, Anjasmara, Marini, Anissa Tri Banowati, dan Anastasia Mas Ayu. Selain jumpa fans dan "penampakan" para bintang itu, ada panggung yang betul-betul sebagai ajang hiburan di arena PRS. Yaitu pentas musik dangdut dan pop yang menghadirkan bintang-bintang top dari Jakarta. Bahkan pentas wayang kulit untuk siaran langsung Indosiar, juga digelar di dekat arena PRS bersamaan dengan pembukaan kegiatan itu. "Harinya sama, cuma tempatnya agak mundur (dari PRS-Red). Karena yang digunakan halaman dan topengan Pendapa Pagelaran. Ini juga menjadi pemeriah dan menghangatkan suasana menjelang penobatan (SISKS Paku Buwono XIII-Red)," tutur Gusti Puger. (won-17b) |