logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 SALA
Line

Kapolda Pertaruhkan Jabatan

SOLO - Peluang para bandar judi untuk kembali eksis di Jateng tampaknya semakin sempit. Sebab, Kapolda Irjen Pol Chaerul Rasjid, siap mempertaruhkan jabatannya bila perjudian kembali merebak di wilayah kerjanya.

Di Solo kemarin dia mengulang tekadnya untuk terus memerangi penyakit masyarakat terutama judi. "Selama saya menjabat, penyakit masyarakat akan terus saya sikat. Jangankan kapolsek, kapolres pun akan saya pindah jika terbukti membekingi perjudian," katanya.

Dia juga membantah bahwa gebrakan itu sekadar obor-obor blarak untuk mengalihkan perhatian masyarakat agar melupakan kasus VCD kampanye yang terjadi di Banjarnegara. "Tak ada itu. Pemberantasan togel dengan kasus VCD Banjarnegara sama sekali tidak punya kaitan."

Kalau sekarang dirinya mendekati pesantren dan ulama dengan gebrakan anti-malima, lanjut Kapolda, semua itu adalah tanggung jawabnya sebagai pengayom masyarakat. Lebih-lebih dirinya termasuk orang baru di wilayah ini. "Saya bersilaturahmi dengan siapa saja, tidak hanya dengan penghuni pondok. Tujuannya jelas, untuk mengajak mereka menjaga iklim di wilayah ini agar tetap sejuk dan kondusif," paparnya.

Di Kota Solo, Kapolda bersilaturahmi dengan kalangan ulama dan para tokoh masyarakat. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Mapolresta Surakarta Jl Adi Sucipto Manahan itu, Chaerul Rasjid menyerahkan bantuan kepada sejumlah ponpes. Bantuan itu berupa sarung dan komputer.

25.000 Personel

Secara terpisah, dalam pengamanan pilpres putaran kedua pada 20 September mendatang, orang pertama di jajaran Polda itu menegaskan, pihaknya akan mengerahkan 2/3 kekuatan di jajaran kepolisian. Tenaga pengamanan tersebut mencapai 25.000 personel yang tersebar di seluruh Jateng.

Bersamaan dengan pelaksanaan pilpres putaran kedua, lanjut dia, juga digelar Operasi Mantap Brata. Selama operasi itu, pihaknya tidak akan memberi peluang kepada siapa pun yang melanggar ketentuan hukum. "Selain dari kepolisian, kekuatan TNI dan pengamanan pendamping juga dilibatkan seperti dalam pilpres putaran pertama."

Tim gabungan berbagai unsur itu sangat dibutuhkan untuk menyukseskan pengamanan pilpres. Harapan dia, selain Solo, semua daerah di Jateng aman dan tertib selama pilpres kedua berlangsung.

Mengenai apakah aparat kepolisian akan menindaklanjuti soal temuan Panwas Jateng soal dana fiktif dukungan calon presiden di Boyolali dan Semarang, Kapolda menegaskan, pihaknya tidak akan campur tangan karena hal itu bukan kewenangannya. "Itu kewenangan Panwas untuk menindaklanjutinya," ujarnya. (san,G11-17e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA