| Rabu, 11 Agustus 2004 | PEMILU 2004 |
Kader PPP Tak Perlu Minta Jatah MenteriSEMARANG - Kader-kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hendaknya tidak meminta jatah posisi menteri dalam kabinet pemerintahan hasil Pemilu 2004. Sebab, memperoleh jabatan dengan cara ''mengemis'' menjadikan kader PPP hanya loyal terhadap presiden, bukan terhadap partai. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPW PPP Jateng Munir Syafi'i, kemarin. Lebih lanjut Munir menegaskan, PPP juga tidak perlu ikut dalam politik ''dagang sapi''. ''Politik dagang sapi tidak akan membuat kader partai itu berpikir untuk mengembangkan partai. Sebab, kader itu cuma memikirkan diri sendiri, supaya tidak diberhentikan di tengah jalan,'' tandas anggota DPRD Jateng itu. Menteri yang hanya loyal terhadap presiden itu, kata dia, karena takut diganti sehingga posisi itu menjadi kesempatan untuk mencari popularitas sendiri. Kader PPP yang duduk sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Megawati saat ini juga dipandang tidak memiliki kontribusi kepada partainya. Dia memberi contoh Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah yang juga Wakil Sekjen DPP PPP. Menurut dia, kebijakan Bachtiar sebagai kader PPP kurang memberikan kontribusi kepada partai. ''Tidak ada visi dan misi PPP sebagai partai berbasis Islam yang masuk ke pemerintahan,'' katanya. Misalnya, keluar izin Menteri Sosial soal PT Metropolitan Magnum Indonesia (MMI), yang memancangkan target keuntungan bersih hingga Rp 127 miliar pada tahun pertama penyelenggaraan dana sumbangan berhadiah empat cabang olahraga. Dia mengemukakan, sejumlah petinggi KONI berstudi banding ke Malaysia untuk mengecek sistem pengumpulan dana oleh Magnum Corporation Berhad, induk perusahaan MMI yang merupakan bandar lotere terkemuka di negeri jiran itu. Magnum telah memperoleh lisensi untuk menyelenggarakan program pengumpulan dana di Indonesia dari Ketua Umum KONI Agum Gumelar. Izin Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah pun keluar akhir tahun lalu. ''Orang-orang dari partai bukan Islam saja menentang atas kebijakan berbau perjudian itu, apalagi PPP yang jelas-jelas berbasis Islam,'' katanya. Dia mengemukakan, PPP lebih baik berkonsentrasi di legislatif serta membenahi partai yang perolehan suaranya turun dalam pemilu lalu.(G1-78t) |