| Rabu, 11 Agustus 2004 | PANTURA |
Pentas Seni Bulanan Akhirnya Digelar KembaliALUN-ALUN Kota Tegal, Sabtu malam lalu, ramai. Ribuan warga memadati lapangan depan Masjid Agung itu. Mereka antusias menyaksikan mata hiburan yang digelar di panggung berukuran lumayan besar. Sepertinya mereka menumpahkan kerinduannya, karena Pentas Seni Bulanan (PSB) gratis yang merupakan program dari Pemkot Tegal sejak Januari 2004 absen. Tidak hanya warga yang senang, pedagang dan tukang parkir bisa mengais rezeki melimpah dari perhelatan kesenian tersebut. "Alhamndulillah, dagangan kami berupa roti bakar kira-kira pukul 23.00 habis," ujar Dian Gendut. Hal yang sama juga disampaikan oleh penjual kupat glabed Randugunting, Nano. Seorang tukang parkir tiban yang memanfaatkan pinggiran jalan di utara lokasi panggung mengaku bisa mengantongi uang Rp 60.000. Ini berarti motor yang diparkir di situ 60 buah, setiap kendaraan dikutip Rp 1.000. Tidak seperti pergelaran sebelumnya, persembahan PSB kali ini memang ada kesan tergesa-gesa dan kurang gereget. Misalnya kalau sebelumnya durasi pergelaran bisa berakhir lebih dari pukul 23.00, kali ini pukul 22.00 lebih sedikit panggung kembali melompong. Jenis hiburan yang disajikan juga hanya ada dua, yakni tarian kreasi baru dan band. Ada beberapa tarian yang digelar oleh dua sanggar tari pimpinan Esti dan Tindung serta dua grup bandi, yaitu Earth Band dan Bensin Band. "Sajian hiburan tampak lebih praktis sekalipun dibandingkan dengan malam perpisahan SMA," ungkap Nino Moeby dari Departemen Musik Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT). Band yang tampil pun kelihatan kurang persiapan. Contohnya, seorang penyanyi cewek ketika membawakan sebuah lagu Barat membaca teks di hadapan massa pengunjung. Mencari Bentuk Salah seorang panitia PSB, Sisdiono Achmad SPd, mengakui, pentas pertama PSB di 2004 ini diakui masih mencari bentuk. Ibarat badan sudah kaku karena lama tak berolahraga, kata dia, untuk menjadi lemas kembali memerlukan proses peregangan dulu. Ketua Panitia PSB Dwi Erry Santoso beberapa kali dihubungi lewat ponselnya kemarin siang tidak diangkat. Sisdiono yang juga Ketua DKT itu tak berkelit, jika hiburan yang disajikan kurang materi. PSB cepat selesai, ujar dia, karena band yang semestinya tampil tiga grup, malam itu hanya dua grup. Persiapan lagu yang dimiliki oleh kedua grup band juga kurang sehingga masing-masing membawakan enam lagu. Namun keminiman materi kesenian itu juga karena panitia kesulitan mencari mata hiburan yang layak tampil. Itu lebih karena persiapan pentas yang serbaterburu akibat anggaran yang diperoleh dari Dinas P dan K waktu cairnya mepet. Setiap kali pentas, PSB disubsidi dana Rp 3,7 juta. "Namun mudah-mudahan kami bisa menebus kekecewaan pengunjung pada jadwal pentas berikutnya," ujar Sisdiono. Menurut rencana, PSB digelar kembali pada 28 Agustus nanti. Kendati hiburan pada Sabtu malam dipecah di tiga lokasi, gelaran oleh PSB tetap mampu menyedot ribuan pengunjung. Dua lokasi lain yang memamerkan hiburan adalah di Bahari Inn yang menampilkan Alto Band dari Semarang bertajuk Evergreen Nigt, dan di Mal Pacific malam Inagurasi Sinok Sitong. (Nuryanto Aji-15j) |