| Rabu, 11 Agustus 2004 | PANTURA |
Ruang PKBM Bendan Jaya DikurangiPEKALONGAN- Pengurangan jumlah ruang di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Bendan Jaya oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan disayangkan oleh para pengelola dan warga setempat. Pasalnya, pengurangan jumlah ruang dari enam lokal menjadi tiga lokal dipastikan tidak cukup, bahkan akan mengganggu proses belajar dan mengajar. Padahal kalau melihat minat dari masyarakat yang mendaftar belajar setiap tahun mengalami kenaikan. Ketua Pengelola PKBM Bendan Jaya Istiyanto SE, sangat menyayangkan pengurangan ruang tersebut. Sebab dalam menunjang kelancaran belajar mengajar diperlukan tempat yang memadai. Hal ini dimaksudkan agar ketenangan dan keleluasaan dalam belajar dapat tercipta. "Kalau ruangan dikurangi, untuk tempat praktek, teori, kantor, dan peralatan akan menjadi semrawut dan kacau, sehingga proses belajar mengajar akan mengalami kendala yang merugikan bagi warga yang belajar," katanya. Keberadaan PKBM Bendang Jaya berdasarkan surat dari Walikota Pekalongan Nomor 208/002287 Tahun 2002, tentang penyewaan gedung untuk kegiatan belajar masyarakat Kota Pekalongan. Di dalamnya telah terdapat kesepakatan dan persetujuan untuk membuat perjanjian tentang penggunaan tanah dan bangunan milik Pemkot Pekalongan. Bangunan yang dimaksud adalah bekas SD 05 Bendan yang terletak di Kelurahan Bendan, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sebanyak enam lokal. Mengacu pada isi tersebut, untuk sesuatu perubahan harus ada koordinasi dengan Pemkot, Dinas Pendidikan, dan pengelola PKBM. Menurut Istiyanto, sebelumnya memang belum ada koordinasi terlebih dahulu. "Kami terkejut ketika ada yang melakukan pengukuran di tempat tersebut. Setelah ditanya, mereka menjawab bahwa di tempat tersebut akan dibangun TK terpadu," katanya. Setelah dilakukan pengecekan ke Diknas Pekalongan, tentang rencana akan dibangun sekolah TK terpadu, memang benar. Padahal menurut Istiyanto, di sekitar tempat tersebut sudah ada beberapa sekolah TK yang masih bisa menampung siswa yang masuk. "Saya sangat menyayangkan dengan perubahan yang dilakukan, karena propek PKBM saat ini sudah banyak diminati oleh masyarakat ," katanya. Pada saat ini, kegiatan yang dilakukan berupa program pokok pendidikan masyarakat, program swadaya dan program usaha produktif. Terwujud dalam bentuk antara lain praktek komputer, menjahit, cuci cetak sablon, las listrik, dan praktek montir mobil. (wn-34r) |