| Rabu, 11 Agustus 2004 | PANTURA |
Warga Minta Korban Dimakamkan di BatangKAJEN- Penganiayaan Syafei sampai tewas yang terjadi di Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan tersebar cepat ke Kabupaten Batang. Beberapa warga Desa Kalisalak, Batang yang mendengar kajadian itu langsung mendatangi Mapolres Pekalongan. Rudjito (45), salah seorang warga Batang yang ditemui wartawan di Mapolres Pekalongan mengaku mendapat titipan dari warga Desa Kalisalak, Batang yang meminta agar jenazah Syafei dimakamkan di Desa Kalisalak Batang. Permintaan warga Kalisalak, menurut Rudjito, karena memang sudah mengenal baik korban yang diketahui tidak punya keluarga di Batang ataupun Pekalongan. "Karena korban tidak punya sanak famili di sini dan kami sulit melacak keberadaan keluarganya, kami meminta kepada polisi agar jenazah Syafei bisa dimakamkan di pekuburan Kalisalak, Batang. Warga Kalisalak, dia menambahkan, mengenal Syafei sebagai seorang musafir yang hidupnya berpindah-pindah untuk berdakwah. Di tempat yang disinggahi, Syafei mengajarkan ilmu agama. Asli Madura Syafei, menurut Rudjito, kepada warga mengaku kelahiran Madura yang ingin berdakwah di Batang. "Kira-kira setahun yang lalu Syafei mulai dikenal warga Batang dan pertama berdakwah di Kecamatan Blado, Batang," katanya. Semasa singgah di beberapa tempat, korban tidak pernah berlaku aneh atau meresahkan warga. "Selain dikenal sebagai dai, korban juga diyakini punya ilmu olah batin," tuturnya. Mengenai permintaan dari warga tersebut, Rudjito yang juga dari LSM Pilar Batang mengaku, sudah berkonsultasi dengan Polres Pekalongan. "Kami sudah minta izin kepada Kasat Reskrim dan ternyata diizinkan asal proses pemeriksaan sudah selesai," kata dia. Dia berharap proses pengurusan jenazah mendapat keringanan dari Pemkab Pekalongan, sebab korban tidak punya sanak famili. (G16-14r) |