logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 PANTURA
Line

Cemburu, Syafei Tewas Dianiaya

  • Otak Pelaku Masih Buron

KAJEN-Syafei (30), kemarin tewas setelah dianiaya oleh massa di Desa Lemahabang Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Peristiwa itu diduga dipicu oleh cemburu buta dari seorang warga.

Korban dihajar massa karena diduga punya hubungan khusus dengan salah satu warga desa tersebut. Kejadian itu menurut keterangan para saksi bermula dari rasa cemburu salah seorang warga Lemahabang kepada korban. Wahadi (22), salah seorang warga Lemahabang sepekan yang lalu baru saja melangsungkan pernikahan dengan Daryonah (17). Namun, setelah dinikahi, istrinya tak mau diajak berhubungan layaknya suami istri.

Dia menduga istrinya tidak mau diajak berhubungan layaknya suami istri karena punya hubungan khusus dengan Syafei yang lebih dulu dikenalnya. Karena kesal dan cemburu, Wahadi kemudian mendatangi kakak iparnya Ahmad (28). Dia meminta agar Syafei ''diberesi''. Ahmad kemudian meminta bantuan tetangganya, Baihaqi (29).

Lalu, Baihaqi meminjam ponsel milik Daryonah untuk menghubungi Syafei. Melalui suara istrinya, Baihaqi meminta agar Syafei datang ke Lemahabang karena Daryonah sakit keras. Mengira itu suara Daryonah, Syafei pada Senin lalu (8/9) segera menuju ke Lemahabang dengan diantar oleh Mukhlisun (25), warga Kalisalak, Batang.

Luka Parah

Begitu sampai di Desa Lemahabang, Syafei sudah diadang oleh puluhan orang yang langsung menghajarnya. Setelah dianiaya, korban dibawa ke rumah Wari (45), salah seorang ketua RT, untuk diinterogasi. Namun, korban sudah terluka parah terutama kepalanya.

Beberapa warga yang melihat aksi main hakim sendiri oleh massa itu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Petugas dari Polres Pekalongan saat itu juga langsung menggerebek rumah Wari dan menahan beberapa pelaku pengeroyokan di Mapolres Pekalongan.

Adapun korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan untuk dirawat. Namun, akibat luka-lukanya yang parah di kepala, korban mengembuskan napas terakhir. Jenazah korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Kraton Pekalongan untuk divisum. Sampai berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung.

Pelaku Ditahan

Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latief didampingi Kasat Reskrim AKP Usup Sumanang SH menandaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, empat pelaku penganiayaan sampai kini masih ditahan dan diduga sebagai pelaku utama. Adapun dua saksi lain, yaitu Muslikhun dan Rusiyondo tengah diperiksa intensif oleh petugas Reskrim Polres Pekalongan.

Empat orang yang diduga pelaku utama dan kini tengah diperiksa di Mapolres Pekalongan yaitu Wahadi (22), Tutur (31), Wari (45), dan Suyatno (20). Adapun beberapa orang yang diduga sebagai otak penganiayaan masih buron.

Para pelaku itu, kata Usup, bisa dijerat Pasal 170 KUHAP karena telah menganiaya di depan umum sampai tewas dan diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Adapun mereka yang menyuruh bisa dikenai Pasal 160 dan diancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. (G16-14e)

Kronologi Penganiayaan Syafei

  • Syafei (30) diduga mempunyai hubungan khusus dengan Daryon ah (17), istri Wahadi (22) warga Desa Lemahabang Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.
  • Wahadi cemburu dan mengadukan masalah itu ke kakak iparnya, Ahmad (28) dan meminta agar Syafei ''diberesi''.
  • Ahmad pun menghubungi tetangganya, Baihaqi (29). Selanjutnya Baihaqi meminjam ponsel milik Daryonah untuk menghubungi Syafei. Melalui suara istrinya Baihaqi meminta agar Syafei datang ke Lemahabang karena Daryonah sakit keras.
  • Mengira itu suara Daryonah, Syafei pada Senin lalu (8/9) segera menuju ke Lemahabang dengan diantar oleh Mukhlisun (25), warga Kalisalak, Batang.
  • Begitu sampai di Desa Lemahabang, Syafei sudah diadang oleh puluhan orang yang langsung menghajarnya hingga luka parah dan akhirnya meninggal di Rumah Sakit Islam PKU Muham madiyah Pekajangan Pekalongan.

  • Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
    Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
    Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
      Cybernews | Berita Kemarin

    Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA