logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Agustus 2004 PANTURA
Line

Borong Sarung untuk Rakyat

BREBES - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes Ny Hj Maryatun Indra Kusuma mempunyai cara tersendiri untuk menghidupkan usaha pedagang kecil.

Melihat kelesuan padagang pasar, istri bupati itu kemarin spontan memborong 2.000 potong sarung di empat pasar.

"Alhamdulillah, saya benar-benar ketiban rezeki. Istri bupati saja mau memborong dagangan saya di pasar," ujar Ny Hj Masruroh, pedagang pakaian di Pasar Jatibarang, kemarin.

Lontaran serupa disampaikan puluhan pedagang pasar Jatibarang ketika kedatangan "pembeli istimewa" tersebut. Sebab, baru kali ini dia melihat istri bupati mau tlusap-tlusup ke pasar.

Yang lebih menyenangkan lagi, wanita cantik itu malah memborong dagangan mereka dalam jumlah besar. Harga yang dibeli juga tidak ditawar seperti pembeli lainnya.

"Saya mau beli sarung. Ini harganya berapa. Tolong jangan dimurahkan dan jangan dimahalkan. Apa adanya saja, yang penting ibu dapat untung," kata Ny Maryatun kepada penjual sarung Pasar Bumiayu.

Kepada pedagang, Ny Maryatun mengatakan akan memborong sarung yang mereka jual.

Agar mereka tidak rugi, dia mengingatkan agar pedagang memasang tarif tidak terlalu murah dan terlalu mahal.

Mengapa tidak membeli sarung di grosir saja biar lebih murah? "Kalau di grosir saya tak perlu keluar masuk pasar. Saya ingin usaha mereka dapat berkembang sehingga perputaran uang berada di kalangan pedagang kecil, yang muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan."

Karena tahu istri Bupati memborong sarung, semua pedagang pun mengerubutinya.

Semuanya ingin dagangannya dibeli. Supaya merata, Ny Maryatun meminta tiap pedagang menyediakan maksimal 20 lembar sarung. Tiap sarung dibeli dengan harga bervariasi antara Rp 18.000 sampai Rp 20.000. "Yang ini pakai bahan katun sehingga lebih mahal," ujar pedagang lain.

Sepi Pembeli

Selain masuk ke Pasar Jatibarang, juga ke Pasar Ketanggungan, Losari, dan Bumiayu. Selama kunjungannya, hampir semua pedagang menyampaikan terima kasih karena telah diborong barangnya. Apalagi, mereka mengakui sedang sepi pembeli.

"Kalau Ibu setiap bulan mampir ke pasar dan membeli sarung, saya senang sekali," ucap seorang pedagang di Pasar Losari.

Ny Maryatun mengatakan, dari tlusap-tlusup ke empat pasar, telah dibeli 2.000 potong sarung. Juga beras 4,5 ton. Untuk apa barang tersebut ?

Dia menyatakan semua barang tersebut akan dibagikan kepada masyarakat pada tasyakuran HUT Ke-59 RI.

"Barang ini akan saya bagikan gratis kepada masyarakat, khususnya yang miskin, baik tukang becak dan warga tidak mampu lain," paparnya. (wh-14i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA